.
,
Walter turun dari mobil disusul oleh Mikail yang sedang berada di area rumah sakit. Walter meraih jemari Mikail mengenggamnya, mereka keluar setelah sholat isya tadi. Saat Mikail bertanya kemana mereka akan pergi Walter menjawab akan menjenguk orang sakit, entah siapa itu Mikail tidak tau. Dirinya sudah cukup terkejut dengan kemana ia dibawa tadi sore, entah ini juga mungkin merupan kejutan selanjutnya. Haruskah ia mempersiapkan jantungnya.
Sempat tadi ia mendengar samar percakapan pamannya bersama sang Ayah yang bersikeras ingin membawanya kekediaman Lachowski namun Ayahnya menolak, mengatakan "Jika Aku ingin, besok Aku akan membawanya. Tapi tidak untuk sekarang." Ada sedikit percekcokan yang dikira oleh Mikail namun tidak berlangsung lama dan parah, berakhir Antonio menghampirinya sekedar pamit dan mengecup rambutnya. Ia benar-benar dapat merasakan perbedaan aura yang dimiliki oleh paman dan ayahnya.
Mereka sudah melewati lobi dan berjalan menuju lift, Walter menekan tombol angka yang akan ditujunya. Setelah liftnya berdenting diikuti pintu yang terbuka mereka berjalan berdampingan sampai dimuka pintu yang Mikail lihat ini merupakan kamar VVIP. Tangan walter terangkat mendorong gagang pintu dan masuk tanpa permisi membuat beberapa kepala yang ada di dalam menatapnya kaget akan kedatangannya, tentu saja rasa kaget itu bertambah saat melihat Mikail. Bahkan orang yang berbaring di ranjang pasien itu melotot menatap tidak suka melihat kehadiran Mikail. Botol air mineral yang digenggamnya seketika melayang ingin sekali agar menyentuh kepala atau dibagian mana pun dari tubuh Walter, meskipun sayang, Walter memiliki refleks dan kepekaan yang bagus. Tapi yang terperangah disini meskipun dengan raut wajah kalemnya itu Mikail.
Apalagi mendengar orang sakit itu mengumpati ayahnya dengan berbagai kata yang tentu saja ia paham maksudnya, tapi melihat ayahnya hanya bersikap santai malah ikut duduk bersama beberapa orang dewasa disofa, termasuk grandpa-nya yang hanya diam menatap kejadian yang tengah berlangsung. "Stop Eshal!" bentak seorang pria dewasa yang duduk di depan Adam. Eshal akhirnya berhenti, ia lebih mendengar Ayahnya ketimbang Ibunya yang sadaritadi memintahnya untuk berhenti. Ia menangis, menatap benci Walter dan Mikail, tidak! Untuk semua orang yang duduk disana.
"Your son?" tanya Ayah Eshal sekilas menatap Walter lalu menatap Mikail yang juga tengan menatapnya. Ia menyunggingkan senyum, saat Walter mengiyakannya. "Anak dari pelacur itu? Cih, apa Kamu yakin itu anakmu?" kini suara Mama Eshal yang berucap dengan nada dan raut mengejek dilayangkannya.
Rahang Ayah Eshal mengeras, berbeda dengan Adam dan Rosalina seperti tidak tau harus melakukan apa selain pergi dari sini. "Tentu. Tidak seperti anakmu yang bahkan tidak tau siapa ayah dari anak yang Dia kandung. Bukankah kalian harus bersyukur karena bayi itu telah meninggal." Balas Walter santai membuat Mikail menatapnya tidak percaya.
"Sudah-sudah. Walter, jaga ucapanmu!" Adam tegas. Ayah Eshal membuang nafas kasar, dia pikir usainya perdebatan sebelumnya mampu memulihkan atmosfir ruangan kembali menjadi adem namun siapa kira Walter akan kemari dan membuat atmosfir kembali memanas, mungkin selsius acenya perlu ditambah lagi, agar dinginnya bisa menembus kepala. Adam dan Ayah Eshal kembali berusaha untuk mencairkan suasana hingga mereka sampai pada perbincangan yang cukup aman dan nyaman.
~
Perasaan Zanetta sudah membaik, "Kuharap Kamu mengerti maksud Ayah," Zanetta tidak menjawab. "Ayah sungguh tidak bermaksud, melukai perasaanmu. Ayah hanya tidak ingin Kamu melakukan kesalahan besar karena obsesimu. Karena ayah sangat mengenalmu, Kamu anak yang baik, Sayang." lanjut Imran.

KAMU SEDANG MEMBACA
BACK TO YOU
RomanceCerita ini merupakan kelanjutan dari cerita Marriage Contract di akun alfa Alfatih (akun lama penulis). Menceritakan kisah dari kedua insan yang pernah dipaksa untuk bersatu dalam sebuah ikatan yang dibatasi waktunya oleh kedua keluarga. Namun di uj...