.
,
Mikail dan Mikaila telah libur selama 2 pekan setelah ulangan kenaikan kelas, Walter berinisiatif agar mereka pergi berlibur. Mikaila sangat antusias dengan pernyataan Ayahnya di ruang tengah setelah mereka menyudahi rutinitas tontonan movienya. Kayla merapatkan dirinya pada putranya. "Kemana?" tanyanya pada suaminya.
"Bagaimana kalo Lombok."
"Wahh keren, Yah." Walter tersenyum pada putrinya dan mengelus rambut panjang milik Mikaila.
Kayla menganggukkan kepala, "Kapan baiknya kita berangkat?"
"Hari kamis, Aku akan mempersiapkan semuanya. Tapi, apa Kamu diizinkan oleh rumah sakit?" Walter menatap istrinya yang tersenyum padanya. "Hm, akan kuusahakan."
Kini anak-anak mereka telah memasuki kamarnya masing-masing, berbeda halnya Kayla dan Walter yang memilih duduk di rooftop sambil memandang langit. Bersama dua mug berisi teh jahe hangat dengan asap yang mengepul malu-malu diatas meja.
Walter menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, lalu tangan kanannya menarik pinggang istrinya merapat ke tubuhnya. Kayla menatap Walter atas tindakannya, ia hanya mendapati senyum suaminya yang terpatri diwajah rupawan itu. "Ada apa?" tanya Kayla pada suaminya. Dielusnya pipih yang ditumbuhi cambang tercukur rapi. "Kamu menyembunyikan sesuatu, hm?" tuntut Kayla, ia sudah menyadari gelegat suaminya selama beberapa pekan terakhir ini, tapi ia menunggu Walter yang memulainya lebih dulu.
Walter tersenyum, sekilas mengecup kening istrinya. "Sayang.." Kayla menatap dalam Walter. Sudah lama Walter memendam ini, sambil mencari tau kebenarannya. Hingga saat ini sepertinya dia memang harus mengatakannya pada istrinya. "Bagaimana jika ternyata anakmu masih hidup?" Kayla tersentak, pelukan Walter merenggang menatap wajah istrinya yang terlihat terkejut. Kayla menelusuri mata suaminya mencari setitik kebimbangan dari keseriusan yang menenggelamkan dirinya di kedua bola mata hitam tajam milik Walter. "Apa maksumu? Walter. Kamu masih memikirkannya, apa itu sangat mengganggumu sampai sekarang?" Walter kembali mengeratkan pelukannya, membuat Kayla jadikan kedua tengannya menyangga tubuhnya agar tidak terlalu menekan Walter.
Walter menggelengkan kepala, "Bukan seperti itu, Sayang. Aku minta maaf, tapi itu memang mengangguku. Aku pernah menemui Doni beberapa pekan yang lalu, Dia menghindariku. Aku berasumsi" Walter dapat melihat jelas kedua bola mata istrinya membulat. "Jika anak itu masih hidup, Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari tau-".
"Sulit untuk kalian, Kak Doni sangat teliti dan tertutup." Potong Kayla, kini raut wajahnya berubah sedih. "Dulu, Akupun tidak percaya. Aku sangat yakin anakku sangat kuat, bahkan beberapa kali kak Doni mencoba membunuhnya." Kayla menggigit bibir bergetarnya. Walter mendekap istrinya membiarkan terisak dalam pelukannya.
Atensi Walter tertuju pada bunga kaktus yang ada disudut ruang disinari lampu tamaram sambil mengelus-elus punggung Kayla. Angin malam membawa udara dingin mulai menyapa, namun tidak berhasil membuat mereka terusik. Walter semakin yakin jika Doni memang menyembunyikan anaknya. Meskipun ia sering mengikrarkan keenggangannya akan keluarga ataupun anak, tapi bagaimanapun ia membutuhkannya. Selain sebagai pewaris, Doni sangat memerlukan penerus.
"Dulu, Aku terlalu takut untuk bertanya pada Kak Doni," lirih Kayla, Walter dapat merasakan panas nafas kayla di dadanya.
Walter paham.
Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan saling merengkuh, malam tak enak hati menegurnya sekedar mengingatkan waktu. Telunjuk jemari tangan kayla bergerak membentuk pola-pola abstrak didada suaminya yang terbungkus kaos putih polos sambil mendengar suaminya berbicara, kadang ia juga menyelah dan berbicara membuat Walter diam mendengarkan sambil mengelus rambur hitam milik istrinya yang Walter lihat tidak sepanjang milik Mikaila. Suara kendaraan redup-redup terdengar, tidak terlalu ramai dan bising. Karena rumah Kayla tidak berada dekat dengan jalan raya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BACK TO YOU
RomanceCerita ini merupakan kelanjutan dari cerita Marriage Contract di akun alfa Alfatih (akun lama penulis). Menceritakan kisah dari kedua insan yang pernah dipaksa untuk bersatu dalam sebuah ikatan yang dibatasi waktunya oleh kedua keluarga. Namun di uj...