04) Permainan dimulai

182 36 4
                                        

18+
LYV••


Dita memutuskan menutup toko lebih awal dari hari biasanya.Gowesan sepeda berwarna pink miliknya membawa nya ke tepian pantai.Jaraknya memang tak terlalu jauh dari toko bunga miliknya berada.Maksudnya jika menggunakan sepeda hanya perlu menempuh jarak kurang lebih 30 menit lamanya.

Lumayan sekalian untuk membakar lemak.Ketika dirasa sudah lelah mengayuh sepeda,Dita memutuskan untuk rehat sejenak dan membiarkan sepedanya terparkir di bawah pohon disekitar pantai.

Dita melepaskan alas kakinya dan berjalan menyusuri pantai,ya dia hanya ingin melepaskan segala penat yang melanda.Melangkahkan kaki lebih dekat dengan bibir pantai,deburan ombak menyapu kaki Dita.

Mendongak keatas,Dita dapat melihat rona jingga matahari yang akan tenggelam,sungguh sangat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya.

Ketenangan Dita terusik dikala indra pendengarannya menangkap suara lolongan minta tolong.Tapi entah dari mana sumber suara itu berasal.Dita hanya sendiri dan disekitarnya tak tampak satu orang pun.

Dita kembali menajamkan telinga.Matanya ikut berpendar mencari sumber suara.

"Dari mana asal suara itu?"Dita terus menyusuri tepian pantai,langkah kakinya membawanya menuju sebuah kapal.

"Mungkinkah dari sana?"gumam Dita,semakin ragu ketika tiba-tiba hawa dingin mulai membuatnya enggan berjalan mendekati kapal.

Kembali suara teriakan terdengar,dapat Dita pastikan berasal dari dalam kapal memantik rasa penasaran Dita meningkat.Rasa takutnya seolah sirna begitu saja.Puncaknya dengan langkah mengendap Dita memberanikan diri masuk kedalam kapal.Suara itu kian jelas terdengar.

"Kenapa brisik sekali didalam."

"AKHHHH TOLONG LEPASKAN KAMI,KU MOHON!"

"Lepaskan kami?"Sejenak Dita mulai berpikir yang tidak-tidak.

"Apa ada yang menyiksa seseorang didalam sana?"Sungguh kali ini Dita tak berani untuk mencari tau sebenarnya apa yang terjadi tapi lagi dan lagi rasa takutnya dikalahkan oleh rasa keingintahuannya.

"Ayolah Dita jangan takut demi keadilan kamu harus berani."Gumam Dita sembari mengumpulkan keberaniannya.Meski begitu Dita tak menampik bahwa kakinya kini mulai lemas dan tangannya bergetar.

"Masuk enggak masuk enggak masuk?"

Dita tak melihat apapun dari cela jendela kapal atau mungkin karena matanya yang menderita rabun jauh.Kalau sudah menjelang malam Dita memang harus mengenakan kacamata dan sialnya ia malah lupa membawanya karena tertinggal di toko.

Memang kehidupan tidak jauh-jauh dari apes.

Dita mengucek matanya agar penglihatannya bisa jelas pada objek yang sedang ia intip lewat jendela kapal.

"Gelap amat aku mana bisa lihat."Cukup frustasi bagi Dita ketika didalam sana sangat minim penerangan.Astigmatisme yang di deritanya nyatanya semakin parah.

"Tembak dia!"Instruksi dari dalam sana membuat mata Dita melotot pun tangannya sigap membungkam mulutnya sendiri.Takutnya ia mengeluarkan suara yang mungkin akan orang-orang didalam sana dengar.Akan bahaya bagi Dita jika ketahuan.

Door door

Terdengar dua tembakan yang sudah pasti membuat bulu kuduk Dita meremang.Sungguh apakah ada adegan macam di film-film?

"Tinggal satu lagi.. Mau ku tembak bagian mana? Kepala? Atau dada?"

Glek

"Kepala? Dada?"ringis Dita takut.

Love Your VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang