017.Tak terduga

65 12 1
                                        

"?"

~LYV~

Sedari di dalam mobil,Dita memanjatkan doa..doa agar manusia sombong disebelahnya ini hatinya luluh dan tak jadi membawa nya ke kantor polisi.

Dita melirik kearah Jayres,pria itu tampak tenang mengendarai mobilnya.Sorot mata Dita berpindah keluar jendela mobil.Antara menikmati perjalanan atau harap-harap cemas jikalau Jayres bersungguh-sungguh akan memenjarakannya.

Dengan sorotan menerka Dita melirik Jayres.

Pria itu sungguh menjengkelkan sekali batin Dita.

Dita menghela napas sembari membenarkan posisi duduknya.

"Kamu tau wajahku ini aset berharga,perawatannya pun mahal jadi jangan salah jika aku akan meminta ganti rugi cukup besar."cerocos Jayres,tapi bukannya mendengarkan Dita malah menutup kedua telinganya dengan mulut komat-kamit seolah  mengikuti cara bicara Jayres.

"Ngejek?"

"Kamu nggak pernah ikhlas gitu ya nolong orang?"

"Menyedihkan sekali perempuan yang nanti menjadi jodohmu,perempuan itu pasti akan menderita alih-alih hidup bahagia."Dita berceletuk dengan sinisnya.

"Nggak usah banyak ba*ot bersihkan wajahku cepat!"

"Nah liat cara bicaramu saja seperti itu."lanjut Dita.Merasa kasihan pada perempuan tak beruntung itu nantinya.

Jengah mendengar ucapan Dita membuat Jayres menarik tangan perempuan itu.

"Kayanya mulutmu ini harus disumpel kain biar nggak nyerocos terus."ucap Jayres sesekali melihat reaksi Dita.

Ancaman Jayres tak ayal membuat Dita mengeratkan satu tangannya pada pinggiran jok mobil.

"A_apa?"

Laju mobil Jayres kian melambat,tahu betul perempuan disebelahnya tampak memasang muka ketakutan.Jayres suka itu.Ia suka dengan ekspresi yang Dita tunjukan.

"Asik juga mengerjai perempuan kolot ini."

"Ketakutan diwajahmu sangat ku sukai."

"Mau diam saja seperti patung atau lakukan perintahku?!"bentakan itu mampu menyadarkan lamunan Dita.

"A-apa dengan apa??"

Lemparan sebungkus tisu tepat mengenai wajah Dita yang ia ambil dari dasboard.

"Pakai itu."

"Kenapa harus aku?"

Helaan napas kasar terdengar,Jayres menghentikan mobilnya dan beringsut tanpa aba-aba mendekat lalu menekan bahu Dita.

"Ja_jayres apa yang kamu lakukan sa__sakit."

Rahang Jayres yang tampak mengeras itu membuat Dita segan,seharusnya ia lakukan saja apa mau jayres.Seharusnya ia menurut saja,alih-alih menolak kemauan pria itu.

"Nggak usah banyak protes,semua yang terjadi juga karena ulahmu."

Bibir Dita maju beberapa centi setelah mendengar penuturan Jayres..kenapa ia yang disalahkan,padahal Jayres sendiri yang berulah karena menjahilinya.Bahkan jika waktu bisa diulang,Dita tak pernah ingin bertemu ataupun mengenal pria seperti Jayres.

Perangai Jayres yang angkuh seperti ini benar-benar membuat Dita jengkel.

"Kamu ini sombong sekali ya..aish!"Jayres semakin memperlihatkan kuasanya,pria itu tidak memandang yang sedang diajak bicara adalah seorang perempuan.Bersikap kasar pun tak masalah jika itu sudah menyinggungnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love Your VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang