Happy reading ✨
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aileen berjalan gontai. Cuaca panas Jakarta membuat mood-nya memburuk. Apalagi Gerald tidak menjemputnya, dan Alfa yang entah menghilang ke mana.
Aileen membuka pintu besar mansion, lalu melangkah masuk. Samar-samar ia dapat mendengar suara orang yang sedang berbincang.
Begitu memasuki ruang tamu, Aileen melihat dua pria dan seorang wanita.
Kayak nggak asing.
"Aileen? Kenapa melamun?" tanya wanita itu.
Aileen sontak terkejut melihatnya. "Mommy?"
"Yeah, it's me, darling."
Dengan semangat empat lima, Aileen berlari lalu memeluk erat mommy-nya, melepas rindu yang selama ini ia pendam. Akhirnya, ia bisa kembali merasakan pelukan hangat itu.
"I miss you so bad, Mom," lirihnya.
"Me too, Princess."
"Don't you miss Daddy too?" tanya pria berpostur tinggi yang masih terlihat gagah dan tampan.
"Of course. I miss you, Dad."
"Me too, Princess."
Daddy Aileen membalas pelukan putrinya tak kalah erat.
Setelah itu, Aileen beralih memeluk kakaknya, Vano. Pria itu tersenyum tipis sebelum menghadiahinya sebuah kecupan singkat di dahi. Setelah melepas rindu, Aileen pun duduk di sebelah Vano.
"Kakak dengar kamu punya pacar, Dek. Bener?" tanya Vano.
Mommy Aileen langsung menoleh ke arahnya dengan wajah terkejut. "Benarkah? Princess mommy sudah punya pacar?"
Aileen langsung gugup mendengar pertanyaan mommy-nya, apalagi saat melihat tatapan menyelidik dari daddy-nya.
"Eum... benar," gumam Aileen pelan. Meski lirih, jawabannya masih dapat didengar oleh mereka.
Dan berakhirlah Aileen diinterogasi habis-habisan tentang bagaimana ia bisa berpacaran dengan Alfa tanpa sepengetahuan Mommy dan Daddy-nya.
👀
A
ileen duduk di hadapan Rian. Restoran berinterior Eropa itulah yang menjadi tempat dinner mereka malam ini.
"Kenapa?" tanya Aileen setelah menerima pesanannya yang diantar oleh waiter.
"Aku sudah menemukan titik terang tentang kejadian beberapa tahun lalu," ucap Rian tenang.
Aileen terkejut mendengarnya. "Really?!"
Rian mengangguk. "Dan ternyata, pelaku itu memiliki hubungan yang sangat dekat denganmu" lanjutnya.
Aileen kembali dibuat terkejut. Dahinya mengernyit, mencoba mengusir berbagai asumsi yang bertebaran di kepalanya.
Rian terkekeh melihat ekspresi Aileen. "Yang ada di pikiranmu itu benar. Tapi aku belum bisa memastikan apakah dia terlibat dalam kejadian itu atau tidak. Yang pasti, tetap berhati-hatilah dengan orang-orang terdekatmu. Karena bisa saja mereka menjadi ancaman bagimu."
Aileen mengangguk pelan, mencoba mencerna perkataan Rian barusan.
Hanya satu nama yang sejak tadi memenuhi pikirannya. Tapi Aileen tidak yakin 'dia' adalah keponakan Jack, secara 'dia' adalah orang terdekatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD?! It's Me!{END}
Action(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!) hi guysss Don't forget to enjoy the story Happy reading ❤️ Telah direvisi! ______________________________________________ Indonesia. Aileen kembali ke sana, bukan tanpa alasan. Masalalu memaksanya kembali dan m...
