Ballroom hotel bintang lima disulap menjadi tempat yang begitu indah dan mewah. Para pelayan berjalan ke sana kemari membawa nampan berisi minuman dan dessert. Seluruh murid kelas akhir SHS tampak menawan dengan setelan jas dan gaun prom night mereka. Alunan musik menjadi pelengkap malam yang dipenuhi kebahagiaan ini. Lampu kristal memantulkan cahaya di lantai yang mereka pijak, dekorasi berbagai bunga dan balon menjadi pemanis di acara tersebut.
Di sisi kanan ballroom, Alfa, Axel, Varo, Arsen, Adnan, Agam, dan Adrian berdiri membentuk lingkaran kecil. Masing-masing memegang segelas soda. Mereka terlihat begitu tampan dengan setelan jas yang dikenakan malam itu.
"Gak nyangka kita udah lulus aja. Padahal kemarin rasanya baru aja gue bolos kelas," ucap Arsen membuka percakapan.
Varo menoleh, lalu menimpali, "Iya. Gue aja belum siap, jir, menghadapi fase dewasa."
Adrian menghela napas pelan. Wajahnya tampak lesu.
"Lo aja gak siap, apalagi gue."
Adnan tersenyum tipis melihat teman-temannya yang mendadak terlihat serius memikirkan masa depan.
"Kita emang gak siap. But life goes on bro, dan itu gak bisa kita hentikan."
Ucapan Adnan menciptakan keheningan yang sedikit sendu. Tak seorang pun langsung menanggapi.
"Udahlah. Kok malah jadi sedih gini, sih?" ujar Arsen sambil terkekeh pelan.
Adrian menoleh dengan sebelah alis terangkat.
"Ini juga gara-gara lo. Pake bahas fase dewasa segala. Kan jadinya kita mikir keras."
"Idih, kok jadi gue yang salah?" protes Arsen.
Adrian menatap Arsen dengan kesal. Saat hendak membalas, suara Agam menghentikan perdebatan yang hampir dimulai.
"Udah, gak usah berantem. Lagian emang udah waktunya kita mikirin ke depannya gimana."
Suara mikrofon yang menyala mengalihkan perhatian mereka. Di atas panggung, sang MC telah berdiri, bersiap membuka acara.
"Tes, tes. Baik, saya ucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan di acara malam ini, yaitu pelepasan sekaligus perayaan kelulusan kelas akhir Star High School."
Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ballroom. Wajah-wajah sumringah para lulusan memancarkan aura kebahagiaan yang begitu jelas.
"Dengan ini, acara kelulusan resmi dimulai." Sambung MC itu diiringi dengan kepala sekolah yang mengetuk palu.
Tok tok
Suara tepuk tangan kembali terdengar, kemudian mereka semua mulai menikmati berbagai hidangan yang ada.
Sedangkan di luar ballroom, Aileen dan double C baru saja tiba. Chelsea mengomel karena mereka datang terlambat ke acara prom night.
"Gimana ini? Kita telat kayaknya," ucap Chelsea sedikit frustasi.
"Bukan kayaknya, tapi emang kita udah telat," timpal Calista.
Chelsea cemberut, lalu melirik Aileen dengan kesal.
"Lo sih, Leen. Lama banget dandannya. Lagian mau ketemu siapa sih? Kan lo sama si Alfa udah putus," ucap Chelsea tanpa sadar.
Aileen melirik tajam ke arah Chelsea. "Gue dandan buat diri gue sendiri."
Calista menyenggol lengan Chelsea pelan. Chelsea yang tersadar akan ucapannya langsung meminta maaf.
"Sorry, Leen. Gue gak bermaksud." Ia menyatukan kedua tangannya sambil memasang puppy eyes.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD?! It's Me!{END}
Ação(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!) hi guysss Don't forget to enjoy the story Happy reading ❤️ Telah direvisi! ______________________________________________ Indonesia. Aileen kembali ke sana, bukan tanpa alasan. Masalalu memaksanya kembali dan m...
