Happy reading ✨
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang Aileen berada di UKS bersama Alfa yang senantiasa menemaninya. Sementara kedua sahabat Aileen dan keenam sahabat Alfa lainnya memilih kembali masuk ke kelas.
"Ai... bangun, jangan bikin gue khawatir," ucap Alfa. Ia mengoleskan minyak kayu putih, lalu memijat pelipis Aileen dengan lembut.
Alfa tidak bisa memungkiri kalau ia sempat marah atas tindakan Karina terhadap Aileen. Namun, melihat ceweknya itu mampu melawan, bahkan sampai membuat Karina dan Vera pingsan, ia akhirnya memilih tidak ikut campur dalam urusan mereka.
"Eungh..." Aileen membuka matanya perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya.
Alfa tersenyum lega melihat Aileen akhirnya sadar. "Ai? Nih, minum dulu." Ia menyodorkan segelas teh hangat yang tadi dibelikan oleh anak PMR.
Aileen menerimanya lalu meminum teh itu perlahan.
"Gimana? Masih ada yang sakit atau masih pusing?" tanya Alfa penuh perhatian.
Aileen menggeleng. "Enggak. Thanks, Al."
Alfa tersenyum. "My pleasure, cantik." Ia kembali mengusap rambut Aileen, lalu mengecup keningnya sekilas. "Cepat sembuh, oke? Jangan bikin gue khawatir."
"Oke." Aileen menyatukan jempol dan telunjuknya membentuk tanda 👌 sambil tersenyum manis.
Alfa tersenyum gemas. "Jangan lucu-lucu gitu bisa nggak, sih?" gerutunya.
Aileen mengernyit bingung. "Lho, kenapa? Bukannya bagus, ya? Berarti gue cantik kalau lucu."
Alfa menghela napas pelan sambil tetap tersenyum, meski senyumnya terkesan dipaksakan. "Bagus. Tapi kalau lo sering nunjukin wajah selucu ini, nanti malah makin banyak yang suka. Gue yang pusing ngejagain lo biar nggak dideketin orang."
Aileen terkekeh pelan. "Nggak akan. Tenang, gue cewek setia kok."
Alfa yang kelewat gemas langsung menarik Aileen ke dalam pelukannya. Ia menyandarkan dagunya di atas kepala Aileen sambil mengusap rambut gadis itu dengan lembut.
Keheningan menyelimuti mereka beberapa saat sebelum akhirnya Alfa kembali membuka suara.
"Em... Ai, lo beneran punya alter ego?" tanyanya ragu.
Aileen mengangguk mantap. "Iya. Dia ada sejak gue kecil. Tapi gue juga nggak tahu sejak kapan dia benar-benar jadi alter ego gue"
"Oh... gitu."
"Kenapa? Lo malu punya cewek yang punya alter ego?" tanya Aileen dengan binar mata yang perlahan meredup.
Alfa tersenyum menenangkan. "Siapa bilang? Gue malah bangga punya cewek kayak lo. Berarti lo itu berbeda dari yang lain, dan itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Selama lo tetap bisa mengendalikannya, gue bakal tetap ada di samping lo."
Mata Aileen kembali berbinar. Ia langsung memeluk Alfa erat.
"Thanks, Alfabet."
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD?! It's Me!{END}
Acción(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!) hi guysss Don't forget to enjoy the story Happy reading ❤️ Telah direvisi! ______________________________________________ Indonesia. Aileen kembali ke sana, bukan tanpa alasan. Masalalu memaksanya kembali dan m...
