14. Brother✓

2.2K 51 0
                                        

(VOTE DULU SEBELUM BACA)
Hai!
Aku up lagi
I hope you enjoy this part
Happy reading ~

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Drttt
Drttt

"Hai baby girl,"

"Hai, apa kabar?"

"Gue baik baik aja, lo apa kabar,"

"Hmm... I'm not okay, i Miss him, i need him, kepala gue rasanya mau pecah mikirin tentang 'itu' sendirian and i need you right now,"

"Sorry Baby girl, kalo itu jadi beban buat lo, tapi gue gak bermaksud juga buat ngasih beban sebesar ini buat lo. Tapi ya mau gimana lagi 'dia' udah bener bener gak bisa di temuin keberadaanya. Dan juga cuma lo yang masih mau balik ke indo setelah 'kejadian itu'. Tapi lo tenang aja gue bakal usahain tetep mantau keadaan di sana dan mastiin Lo aman,"

"aaa..... Jadi pengen peluk,kapan balik kesini kak? Gue udah kangen banget sama lo. Btw thanks udah peduli dan perhatian sama gue dan ya kakak gak usah minta maaf ini bukan salah kakak,"

"Hahaha, kangen banget ya sama gue?Btw gak usah bilang makasih, gue ngelakuin semua ini karena memang seharusnya gitu kan? Adek kakak harus selalu melindungi satu sama lain, right?"

"Yes, of course,"

"yaudah gue matiin dulu ya?, See you baby girl, have a nice dream. Love you,"

"Yeah, love you more."

Aileen tersenyum memandang log panggilan yang tertera nama 'brother' di deretan paling atas. Dia tidak menyangka kakak nya akan menelponnya di waktu yang tepat. Aileen bersyukur berkat nasihat kakaknya, dia bisa sedikit tenang.

Aileen mengalihkan pandangannya pada gemerlap lampu yang sangat indah. Setelah sekitar 10 menit diam memandangi indahnya pemandangan kota. Aileen beranjak pergi untuk kembali ke mansion karena dia sudah mulai mengantuk.

.....

Alfa menghentikan motor nya di depan gedung yang sedikit lusuh dan juga jauh dari keramaian. Tapi jangan salah desain dalam markas BB itu sangat sangat memukau, hanya desain luar nya saja yang sedikit lusuh untuk mengelabuhi orang orang. Ia melangkah kan kakinya masuk kedalam bangunan yang besarnya seperti mansion. Lalu dia dapat melihat sahabatnya beserta anggotanya yang tengah menikmati kegiatan masing masing. Dan tentunya bolos berjamaah.

Lalu Alfa duduk di sofa tepat sebelah Varo yang lagi asyik memainkan game di ponselnya.

Agam menatap Alfa lalu dia menyodorkan wine yang bisa di tebak harganya ratusan juta rupiah itu ke hadapan Alfa . Alfa menerima botol itu dengan senang hati lalu ia menuangkan wine ke dalam gelas kecil yang sudah tersedia di sana dan meneguknya pelan.

"Tumben telat?" Tanya Agam

"Gue ada urusan," Alfa Kembali meneguk wine nya nikmat.

"Ekhm!!!" Varo berdehem dengan sekencang kencangnya. Hal itu menyebabkan atensi semua orang kini beralih padanya.

"Anjir,Lo pake tenaga dalam ya?" Heran arsen, mendengar deheman Varo tidak seperti orang pada umumnya.

Varo hanya mengabaikan Arsen, "gangster black white ngajakin kita balapan besok malam. Di tempat biasa,"

Axel mengernyit,"alasannya?"

"Seperti biasa, hanya ingin melihat kekalahan BB,"

Alfa berdecih sinis,"cih, alasan sampah,"

"Blackblood tuh gak akan pernah terkalahkan, apalagi kalau gue yang maju," timpal Arsen dengan menepuk dadanya bangga.

"Hilih hilih, Lo yang maju bukannya menang malah jatoh duluan," ejek Adrian.

"Heh moncong Lo! Gini gini gue hebat ya, cuman emang gak pernah nunjukin skill gue di depan kalian kalian."

"Gaya Lo skill, kesandung dikit langsung nangesss."

Arsen pun tambah kesal mendengar ejekan Adrian yang tiada hentinya dan juga gelak tawa teman se geng nya. Arsen maju untuk membalaskan dendam nya pada sahabat laknat nya itu. Adrian yang sudah waspada pun berlari menjauhi arsen yang seperti macan mengamuk.

......

Aileen menatap bosan Bu Ani----guru bahasa Indonesia yang tengah menjelaskan di depan. Ia menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya ke jendela yang tepat berada di samping nya. Dapat dia lihat kelas lain yang sedang melakukan olahraga. Setelah puas memandangi lapangan, Aileen menatap jam tangan yang berada di dinding kelas, 5 menit lagi bel istirahat akan segera berbunyi.

Kring...
Kring ....

Akhirnya Bu Ani mengucapkan salam lalu keluar dari kelas XI MIPA 2 di susul oleh siswa/i yang berhamburan keluar kelas untuk ke kantin mengisi perut seperti biasanya .

"Ayo leen ke kantin, gue udah laper banget nih," ajak Chelsea sambil menarik tangan Aileen.

"Iya iya sabar, aelah,"

Calista hanya menggeleng maklum melihat kelakuan kedua sahabatnya.

Setibanya di kantin mereka langsung duduk di tempat biasa dan segera memesan makanan. Tak lama kemudian bakso yang mereka pesan tiba dan mereka segera menikmati nya.

"Leen luka Lo udah sembuh kan?"
Tanya Calista setelah menelan makanannya.

Aileen mengangguk "gue baik baik aja,"

"Syukur lah kalo gitu,"

"Leen kita mau kasih tau sesuatu sama Lo," timpal Chelsea

"Apaan?"

Calista dan Chelsea seperti saling berkomunikasi lewat mata mereka lalu keduanya mengangguk. Chelsea mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Aileen lalu dia membisikkan sesuatu dan.......

Brak!

........

#revisi✓

(JANGAN LUPA VOTE! HARGAI USAHA AUTHOR!!)

Gimana part ini?
Semoga suka ya...
Just info aku mau ngasih tahu untuk 2 bulan ke depan aku gak up dulu soalnya lagi sibuk banget..
Jadi buat kalian harus sabar menunggu ya... Hahaha
Thanks udah mampir...
Jangan lupa votemen dan follow akun aku

Kritik dan saran langsung komen 👇

See you next part 👋

BAD?! It's Me!{END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang