25. War ✓

1.3K 35 2
                                        

VOTE 👉⭐
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo tandain 📌
Biar langsung di revisi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 💜

Hutan yang sangat luas itu dikelilingi oleh pepohonan rindang, menambah kesan menyeramkan. Suara jangkrik yang saling bersahutan semakin mendukung suasana sunyi di tengah malam.

Puluhan mobil Jeep melaju menelusuri hutan yang gelap itu. Di barisan paling depan, seorang gadis mengendarai motor Harley-Davidson dengan gagah.

Semua kendaraan itu mengerem dengan sempurna saat tujuan mereka tinggal beberapa meter lagi.

"Sesuai formasi. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan," ucap Aileen-gadis yang mengendarai Harley-Davidson tadi-melalui earphone-nya.

"Siap, Nona," jawab para bodyguard serempak. Earphone mereka saling terhubung dengan milik Aileen.

Aileen mulai melangkah memimpin sekitar sepuluh bodyguard, termasuk Gerald tentunya.

Di sisi lain, para bodyguard mulai mengatur posisi sesuai formasi yang telah ditentukan.

"Kalian lewat jalur belakang. Gue, Gerald, Sabiru, dan Hazel lewat jalur depan," ucap Aileen yang langsung diangguki oleh mereka.

"Fighting."

Sabiru dan Hazel segera mengalihkan perhatian para penjaga di gerbang utama.

Begitu melihat para penjaga mulai terkecoh, Aileen dan Gerald bergerak masuk dengan hati-hati. Keduanya terus waspada sambil menggenggam senapan di tangan masing-masing.

Aileen menoleh ke arah Gerald. Keduanya saling mengangguk sebelum berpencar sesuai rencana.

Aileen berbelok ke kiri, sedangkan Gerald menuju sisi kanan.

Aileen menyusuri lorong mewah itu dengan langkah pelan. Ia langsung bersembunyi saat mendengar suara langkah kaki dan percakapan seseorang.

Aileen mengembuskan napas pelan. Setelah merasa keadaan kembali aman, ia keluar dari persembunyiannya dan melihat seorang bodyguard yang sudah teler karena mabuk.

Senyum miring terukir di wajahnya.

Tanpa aba-aba, Aileen menghantam tengkuk pria itu dengan keras hingga tubuhnya langsung terkulai tak sadarkan diri.

Setelah itu, Aileen mengambil beberapa kunci yang tergeletak di atas meja di samping pria tersebut.

Ia kembali berjalan dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

Gotcha!

Aileen akhirnya menemukan apa yang ia cari.

Setelah memastikan keadaan aman, ia mulai mencoba satu per satu kunci yang berada di tangannya.

*Ceklek.*

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya pintu itu berhasil terbuka.

Aileen segera menyusuri rak-rak yang berada di dalam ruangan itu, berusaha mencari petunjuk tentang 'dia'.

Tak butuh waktu lama, Aileen menemukan sebuah buku. Lebih tepatnya, kumpulan data penting.

Tanpa membuang waktu, ia langsung memasukkan buku itu ke dalam sakunya. Syukurlah ukurannya cukup kecil karena dapat dilipat.

*Sepertinya buku ini memang didesain khusus agar tidak mudah dicurigai,* pikir Aileen.

"ADA PENYUSUP!!!"

BAD?! It's Me!{END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang