26. Konser dadakan✓

1.1K 39 1
                                        

Tau cerita ini dari mana?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
VOTE 👉⭐
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo tandain 📌
Biar langsung di revisi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 💜
-----------------___________--------------_______

Markas,London 📍

"Obati luka mereka, lalu bawa mereka ke ruang interogasi," perintah Aileen pada dua bodyguard di hadapannya.

"Baik, Nona."

Dua bodyguard itu langsung membawa para inti BB sesuai perintah nona mereka.

Aileen berjalan menuju kamar tempat Gerald dirawat. Gerald dirawat di markas untuk menghindari serangan Jack yang tidak bisa diprediksi.

Walaupun markas Jack sudah dibom, bukan berarti pria itu tidak bisa meloloskan diri.

Setelah menolong Gerald, Aileen segera membawanya ke markas agar bisa segera diobati. Begitu pula dengan para inti BB.

Aileen menatap Gerald yang terbaring lemah. Selang infus menancap di tangannya, sementara alat bantu pernapasan masih terpasang.

Aileen mengembuskan napas lelah. Bahunya mulai terasa mati rasa. Baru saat itu ia menyadari kalau bahunya terluka akibat tembakan dan belum sempat diobati. Pantas saja tubuhnya mulai terasa lemas.

Aileen menatap Gerald sekali lagi, lalu segera keluar dari kamar itu dan berjalan menuju kamarnya sendiri. Jangan heran jika markas ini memiliki begitu banyak kamar. Selain sangat luas, tempat ini juga terlihat mewah, sampai-sampai orang yang baru pertama kali masuk pasti tidak akan percaya kalau tempat ini sebenarnya adalah markas.

Dokter Renata kini tengah berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu Aileen.

Aileen tidak meringis sedikit pun. Bahunya sudah mati rasa, jadi ia tidak bisa merasakan apa pun.

Lima belas menit kemudian, akhirnya Dokter Renata berhasil mengeluarkan peluru itu.

Setelahnya, bahu Aileen dijahit karena lukanya terbilang cukup lebar. Begitu perban selesai dipasang, barulah Dokter Renata bisa bernapas lega.

"Sudah, Nona. Obatnya sudah saya taruh di nakas. Anda harus meminumnya secara rutin sesuai petunjuk yang sudah saya tuliskan pada kemasannya," ucap Dokter Renata dengan senyum hangat.

"Makasih, Dok."

Aileen tersenyum tipis sebagai bentuk kesopanan.

"Kalau begitu, saya permisi, Nona."

Setelah melihat Dokter Renata keluar, Aileen pun segera menuju kamar mandi. Tubuhnya sudah terasa sangat lengket. Namun, jangan khawatir, perban yang digunakan tahan air, jadi aman jika Aileen ingin mandi.

😺

Indonesia 📍

Tepatnya di SHS, kelas Chelsea kembali rusuh. Setelah liburan semester kemarin, kini mereka kembali masuk sekolah seperti biasanya.

BAD?! It's Me!{END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang