VOTE 👉⭐
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo tandain 📌
Biar langsung di revisi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 💜
√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√√
Hari-hari berlalu, bulan demi bulan pun terlewati. Kini tepat lima bulan hubungan Alfa dan Aileen berjalan. Memang, sejak hukuman Alfa waktu itu, hubungan mereka semakin dekat.
Bahkan sekarang mereka menjadi sangat bucin satu sama lain. Entah apa yang membuat Aileen bisa berubah menjadi cewek bucin.
Padahal dulu prinsipnya adalah dia tidak akan pernah menjadi cewek bucin. Namun, prinsip itu hancur sejak ia harus selalu bersama dengan Alfa.
Tak jauh berbeda dengan Aileen, Alfa pun sama. Ia menjadi jauh lebih posesif dan bucin dibanding saat awal-awal mengklaim Aileen sebagai pacarnya.
"Ai, cobain deh. Enak gak?" Alfa menyodorkan sesendok es krim cokelat favoritnya.
Aileen menerima suapan itu dengan santai.
"Enak kok."
Perlu kalian ketahui, panggilan Ai hanya digunakan Alfa untuk memanggil Aileen.
"Makin lengket aja lo berdua," ejek Agam.
Alfa hanya memutar bola matanya malas, lalu kembali memakan es krimnya.
"Sariawan lo? Tumben diem aja," heran Agam melihat Arsen yang jauh lebih kalem dari biasanya.
Arsen menggeleng, lalu menyeruput es tehnya sambil mengabaikan tatapan heran teman-temannya.
Adrian memegang bahu Arsen, lalu menatapnya serius.
"Cerita. Jangan diem aja. Gue siap jadi pendengar yang baik buat lo."
"Tumben bener," celetuk Axel.
"Hiks... emang lo paling pengertian."
Lalu keduanya berpelukan dengan Arsen yang memasang wajah melas.
"Gue lagi galau," curhat Arsen setelah pelukan mereka terlepas.
Semua orang di meja itu langsung terdiam, mendengarkan curhatan Arsen dengan serius. Hanya satu orang yang menatap malas melihat keabsurdan di depannya.
"Lo tau karena apa?"
Semuanya menggeleng polos.
"Karena gue gak kebagian cilok langganan gue... hiks. Lo tau? Sakitnya tuh nembus sampai ke akar-akar pohon. Hiks."
Arsen berpura-pura menghapus air mata yang bahkan tidak ada sama sekali. Alias, dia **gak nangis**.
Serentak semua orang yang mendengar curhatan Arsen langsung memasang wajah datar. Terutama Axel, yang dari awal memang datar, kini wajahnya semakin datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD?! It's Me!{END}
Aksi(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!) hi guysss Don't forget to enjoy the story Happy reading ❤️ Telah direvisi! ______________________________________________ Indonesia. Aileen kembali ke sana, bukan tanpa alasan. Masalalu memaksanya kembali dan m...
