"DOKTER DOKTER TOLONGIN ANAK SAYA!!!!!" teriak yuta meneriaki meja resepsionis.
"Tenang dulu pak, anda harus anteri terlebih dahulu" ucap seorang wanita yang terlihat sibuk melayani pasien lain.
"GA SAYA MAU SEKARANG, KAMU MAU RUMAH SAKIT INI TAK BOM PAKE TANK?!!" teriak yuta yang tidak mau antri terlebih dulu karna dia takut anaknya kenapa-napa, lagian pasien yang lain hanya sakit ringan saja seperti batuk pilek, demam ringan, atau hanya ingin memeriksakan diri pikir yuta.
"Ayah jangan marah-marah, dejun ga suka" ucap dejun yang baru saja nyampe dan berdiri di samping ayahnya.
"Eh pak jangan dong, nanti saya kerjanya di mana?" panik si mbak resepsionis,
"Makanya anak saya dulu yang di tangani sus" ucap yuta yang sudah sedikit tenang karna dejun mengelus punggung tangannya.
"Oke pak, saya telpon dokternya terlebih dahulu" ucap si mbak resepsionis mengambil telpon yang ada di mejanya.
"Eh suster kok bapak yang ini dulu sih yang di urusin, saya dari tadi loh datangnya" ujar salah satu mas-mas yang tidak Terima kalo yuta dulu yang di tangani oleh dokter," dia juga kan mau Cepet-cepet di tangani dokter dia lagi sakit loh sakit hati" batin si mas mas tersebut.
"Anak saya sangat membutuhkan dokter sekarang, kamu hanya sakit ringan saja bukan?" tanya yuta dengan sinis.
"Ayahh jangan gitu, maafin ayah saya yah mas tapi adik saya bener-bener harus di tangani dokter sekarang" ujar dejun meminta izin agar dedenya dulu yang masuk ke dalam ruangan dokter.
"Ooh yaudah silakan dek, mas bakal menunggu lagi" ucap si mas-mas dengan senyum lebar.
"Jangan tersenyum seperti itu, anak saya sudah mempunyai calon tunangan" ucap yuta saat melihat senyuman si mas.
"Kan masih calon pak, bisa kali say-
"Ga ga bisa, calon anak saya tampan dan berdompet tebal, kamu tampan dan berdompet tebal tidak?"potong yuta dengan cepat dan tajam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Saya tampan tapi saya berdompet tipis pak"ucap si mas dengan muka sedih.
"Nah yaudah kamu bukan tipe anak saya kalo gitu, sus lama amat dah nelpon nya anak saya udah sekarat nih" ucap yuta yang sudah tidak sabar membawa anaknya ke dalam ruangan dokter.
"Silakan ke ruangan dokter pak, dokter sudah menunggu anda"-mbak resepsionis.
"Oke Terima kasih suster, yuk yahh kita kesana" ucap dejun menarik tangan anaknya agar Cepet-cepet pergi dari meja resepsionis, dejun merasakan tidak nyaman melihat wajah sedih mas-mas yang tadi.