Donatella Yum, biasa dipanggil Donat
Ini tentang Donat yang tumbuh di keluarga toxic. Sedari kecil, Donat selalu dipaksa menjadi nomor satu dalam segala hal, terutama bidang menyanyi. Donat harus mengesampingkan keinginannya semata-mata untuk membah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saddam sungguh kalang kabut mendengar pertanyaan sang kekasih yang menurutnya di luar nalar. Sembari mengemudi, sesekali matanya melirik ke arah ponsel. Berharap Donatella membalas pesannya.
Saddam Tayi Aku sekarang udah otw. Tapi aku mampir beli ayam dulu
Saddam Tayi Kamu laper, kan? Jadi aku beli makan dulu, ya
Saddam Tayi Sayang:(
Saddam Tayi Mama jahat lagi, ya? Tunggu aku, Sayang. Habis ini kita pelukan sepuasnya
Saddam Tayi Bertahan, ya, buat aku?
Saddam Tayi I love youuu❤️
Saddam menghela napas panjang melihat pesan-pesan tersebut hanya dibaca oleh gadisnya. Ya Tuhan, tolong jaga Donatella. Jangan biarkan Donatella menyakiti dirinya. Dia sangat menyayangi Donatella.
Merasa tidak tenang sebab belum mengetahui keadaan Donatella, Saddam pun mencari kontak asisten rumah tangga Donatella. Tidak peduli jam sudah larut, dia menelepon Bila.
Mata Bila sontak terbuka sempurna begitu menyadari sosok yang meneleponnya adalah kekasih dari anak majikannya. Dia buru-buru mendudukkan diri. "Ah iya, Den. Ada yang bisa saya bantu?"
"Bibi bisa tolongin Saddam buat ke kamar Donat, enggak? Cek Donat lagi ngapain," pinta Saddam.
"Loh? Emangnya ada apa, Den? Seharusnya non Donat sudah tidur."
"Tolong dicek aja, Bi. Saddam khawatir sama Donat." Saddam menjawab sembari mengambil paperbag dari karyawan restoran cepat saji tersebut. Segera, dia mengemudikan mobil menuju rumah Donatella.
"Oke, Den. Sekarang saya jalan ke kamar Non Donat."