Extra Chapter+

74K 2.1K 35
                                        

ENJOY!!

*****

Aku menatap gundukan tanah di depanku, baru pertama kali aku menginjakan kakiku di sini setelah bertahun-tahun lamanya mengenal Mas Damas.

"Udah?" ujaran Mas Damas yang duduk di sebelahku membuatku menoleh ke arahnya.

Aku tidak tau ada angin apa sehingga aku tiba-tiba ingin pergi ke makam Anin, hatiku tiba-tiba berubah jadi mendung. Kira-kira kalau aku bertemu Anin apa yang akan dia rasakan ya?

"Sudah belum?" remasan tangan Mas Damas di jemariku membuatku tersadar sekali lagi.

"Udah," jawabku sambil bangkit berdiri, "Ayok pulang," ajakku sambil berlalu lebih dulu.

Karena tiba-tiba Bi Daya masuk rumah sakit, kami sekeluarga jadinya bertolak ke Jogja dan setelah Bi Daya pulang dari rumah sakit munculajh pikiran untuk pergi ke makam Anin, tidak ada maksud apapun aku ke sana hanya untuk berdoa lalu pulang.

"Kenapa tiba-tiba diem kaya gitu? Aku ada salah?"

Aku menatap Mas Damas yang saat ini Tengah menyetir mobil menuju rumahnya di Jogja.

"Nggak ada, aku tiba-tiba jadi kepikiran semua yang bernyawa pasti pergi, Mas jangan pergi duluan ya? Aku nggak bisa bayangin gimana rasanya ditinggal sendirian sama Rayhan aja."

"Raiya, aku nggak sanggup kalau harus ditinggal sekali lagi, aku nggak yakin bisa lanjutin hidup, kamu jangan pernah mikir kaya gitu...aku tau umur udah ada yang atur...pokoknya jangan mikir kaya gitu dulu."

"Mas ditinggal Mbak Anin aja masih bisa lanjutin hidup kok, nih, liat bahkan Mas udah bisa nikah lagi, udah punya anak pula."

Dapat kudengar dengusan Mas Damas, "Omongan kamu kelewatan kali ini, Raiya. Mas nggak suka."

Mulutku terkatup dan tidak berani untuk menatap Mas Damas lagi, aku sudah berlebihan.

*******

FYI, lanjutannya di mana? Di karyakarsa.


Harganya berapa? 2k ya

Sehat-sehat semuaaa.....

Link ada di bio akuu yaaa, makasih, boleh komen kalau mau ada yang ditanya. Bahagia terus dan lancar rejekinya kalian semua^^

-Raja.

Can I Be Her [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang