Hujan sudah reda, teman teman zee pamit untuk pulang, kini hanya tinggal ashel, christy dan momi Anin yang berada di ruangan zee
"Mom papa mana sih, lama banget" Kesal zee, pasal nya gracio belum juga kembali ke ruangan nya
"Momi juga gak tau sayang, papa kamu di telpon juga gak di angkat" Jawab Anin
"Lagian si cio kemana sih, dari tadi ngilang" Batin Anin ikut kesal
"Momi aku laper" Ucap Ashel
"Makan dulu gih kamu ke kantin, sekalian ajak christy" Titah Anin, keduanya mengangguk lalu pergi dari ruangan zee
Kita beralih pada shani dan juga gracio yang kini tengah duduk di kursi yang ada di rooftop rumah sakit dengan keadaan baju yang basah keduanya
"Cio apa aku bisa bertemu dengan anak kita" Tanya shani memulai pembicaraan, yang tadi sempat hening sesaat
Gracio yang tengah duduk menatap lurus ke depan pun menengok ke arah shani
"Untuk saat ini belum bisa, aku harus bisa yakinin dulu dia" Ucap gracio
"Aku akan selalu menunggu, kalo aku boleh tau kamu kasih nama siapa anak kita" Tanya shani
Belum sempat gracio memblasa ucapan shani, telepon nya kembali berdering, di sana tertulis nama Anin
*percakapan telepon
Anin"cio lo dimana sih, ini si zee dari tadi nungguin lo tau gak"sentak nya dari sebrang telepon
Gracio "astaghfirullah lo bisa gak sih, gak usah teriak teriak kak, ini gue lagi di rooftop" Jawab nya
Anin"lo sama shani"tanya nya lagi
Gracio"iya, dia udah jelasin semuanya sama gue"
Anin"terus ke depan nya mau gimana"
Gracio"masih gue pikirin"
Tutt
Gracio memutus telepon nya"siapa, Anin"tanya shani
"Iya dia nanyain aku dimana" Ucapnya, shani hanya membulat mulut nya
Apa kalian berpikir bahwa papa cio akan kembali menerima shani??
Jawaban nya iya, tetapi gracio memerlukan waktu untuk bisa menerima semuanya terlebih dahulu, dan yang di pikiran gracio sekarang adalah balas dendam terhadap viyan, dan juga meyakinkan zee
"Kamu bawa baju ganti" Tanya gracio
"Enggak ada" Jawab shani seraya menggeleng kan kepalanya
"Yaudah di mobil aku masih ada baju, kamu gak mungkin terus terusan pake baju basah kaya gini" Ucap gracio menatap shani dengan intens
"Perhatian kecil seperti ini yang aku rindukan dari kamu" Batin shani tersenyum
"Gausah senyum senyum gitu, ayo ke bawah" Ucap gracio so datar, padahal dalam hatinya dia berteriak karena melihat indah nya senyum shani kembali
Keduanya berjalan beriringan, dan langsung menuju mobil gracio, dengan shani yang berlari ke arah toilet dan gracio yang mengganti baju nya di dalam mobil
Gracio tadi sudah menitip pesan pada shani kalo dirinya nanti menyusul saja ke ruangan rawat anak murid nya, shani sempat mengkerut kan kening, tapi pikirnya mungkin saja gracio menjenguk anak Anin yang sedang sakit itu
Gracio sampai terlebih dahulu, "papa kemana aja sih, dari tadi ngilang mulu" Kesal zee saat melihat gracio di ujung pintu
"Papa tadi ada urusan sayang" Balas gracio
KAMU SEDANG MEMBACA
REQUIRED (End)
Teen FictionTentang perjuangan seorang ayah yang mempunyai dua peran yaitu sebagai seorang ayah dan seorang ibu bagi anak tunggal perempuan nya Anak perempuan hebat kebanggaan sang Papa, tumbuh besar tanpa peran seorang Ibu, dan akibat peristiwa itu membuatnya...