Happy reading!!!
••••
Hamdi bangkit dari tempat tidur ia membersihkan diri sedangkan niane masih tidur karena kelelahan, Hamdi mengunci pintu kamarnya agar niane tidak pergi tanpa sepengetahuan nya.
"Jika sudah selesai kemarilah mma mau bicara"
Setelah selesai Hamdi duduk di hadapan mama
"Mama sungguh kecewa dengan mu!"
Hamdi tidak menjawab ia tahu ia salah dalam bertindak ia terlalu takut niane pergi darinya pikiran nya tidak bisa di kendalikan.
"Kau memperkosanya! Apa kau sudah gila hah?!"
"Lagi pula dia calon istriku dia milikku mah"
Plakkkkkkk
"Bukan berati kau seenaknya dengan nya seolah olah kau tidak menghormati nya Hamdi! Sakit sekali hati mma melihat kau seperti ini kepada wanita!.
Kau sama saja membunuh mama secara perlahan. mama sebagai wanita sakit hati melihatnya walaupun kamu anak mama sendiri!!! Tidak ada wanita yang ingin di tiduri tanpa ada ikatan pernikahan apalagi secara paksa seperti yang kamu lakukan!"
"Mah aku tt-ahu aa-ku tidak bisa berfikir jernih aa-ku tidak ingin kehilangan nya"
"Justru ini kau akan kehilangan nya!"
"Tidak! Tidak akan aku kehilangan nya dia telah menjadi milikku! Aku akan mempercepat pernikahan 3 bulan lagi!"
"Kau bicara begitu enteng nya. Kau tidak lihat kondisi niane pasti ia sangat syok Hamdi! Kau memaksa nya dengan kasar di saat ia sedang emosi! Kau bukan menjadi air untuk menenangkan nya kau malah memberi bensin yang membuat ia semakin marah
Kau pikir dengan keegoisan mu seperti ini dia akan menerima mu sepenuhnya? Lalu jika dia hamil dia akan senang? TIDAK HAMDILLAH ANSHARI KITA SEMUA TAU NIANE MENJUNJUNG NAMA BAIK NYA BEGITU TINGGI DENGAN KEEGOISAN MU SEPERTI INI KAU AKAN KEHILANGAN NYA!
NIANE AKAN NEKAT BUNUH DIRI DAN MENGHAPUS JEJAK NYA SEOLAH OLAH IA DI TELAN BUMI IA AKAN MENGABORSI JIKA IA SAMPAI HAMIL KAU TAHU BETAPA KECEWA NYA AKU PADAMU?!!!"
Sudah tidak bisa tertahan mama Hamdi nangis tersedu sedu sambil berteriak karena anaknya melakukan hal di luar batas walaupun ia tahu niane adalah calon istrinya tetapi tidak seharusnya ia berlaku seperti itu sangat tidak menghormati wanita.
"Walaupun kau anakku tetap saja niane pun sudah ku anggap anakku sendiri sakit sekali melihat anakku menderita"
"Mah ku mohon maafkan aku aku benar benar khilaf mah ku mohon"
"Jangan minta maaf padaku kau melakukan kesalahan dengan niane! Minta maaf lah ke dia! Semoga dia masih bisa memaafkan mu atas kelakuan bejat mu"
Hamdi menunduk lemas melihat mama nya kecewa dengannya.
"Berikan kunci kamarnya "
Mama masuk kedalam kamar Hamdi ia melihat niane duduk sambil meluruskan kakinya niane terdiam tatapan nya kosong.
"Niane"mma menepuk pundak niane
KAMU SEDANG MEMBACA
I wanna be yours
Fiksi Remaja"jika tidak bersama ku, maka tidak bersama yang lain!" "Apa kau akan membunuh ku?" "Ya. Kita akan mati bersama di ruangan ini!" Warning🔞
