42

416 10 5
                                        

Setelah mengeluarkan isi perutnya yang mengganggu nya niane lemas hampir pingsan, ia tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri, dengan sigap Hamdi langsung membopong nya ke dalam kamar setelah membersihkan kotoran yang ada di sekitar wajah niane.

Tidak lama kemudian niane tertidur mungkin memang efek dari obat tersebut, Hamdi membiarkan niane mengistirahatkan tubuhnya yang sudah di pengaruhi minuman sialan itu.

Sembari menunggu niane bangun Hamdi membereskan kekacauan yang telah ia buat tadi, semua barang barang berantakan karena ulahnya, tetapi dalam hati nya "ah ngapain di beresin ini kan hotel biarin aja, biar housekeeping nya yg bersihin setelah cekout dari sini" dan akhirnya dia tidak jadi membersihkan kekacauan itu ia menunggu niane tersadar dari tidur nya.

Ia sambil memikirkan bagaimana jika dirinya telat datang tadi, apakah Riko benar benar akan melakukan hal menjijikan itu kepada kekasihnya, persetan dulu ia pernah berteman baik dengan nya tetapi mengapa malah mengkhianati nya sialan. Belum puas rasanya Hamdi memukul riko ingin sekali membunuh' nya hari ini juga.

Tetapi Hamdi merasa khawatir dengan keadaan niane, ia sudah terlalu sangat kasar pada kekasihnya itu, dia akui ia pria bodoh yang sangat membiarkan ego dan cemburu nya menguasai' dirinya tanpa melihat kebenaran nya terlebih dahulu.

"Aku membenci diriku sendiri,aku sangat bodoh selalu kasar pada nya,ku harap niane masih bisa memaafkan ku"  Hamdi bermonolog dalam hati sambil membelai pipi lembut niane,
Hamdi tau walaupun dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh alkohol, tetapi niane bisa merasakan sakit apa yang ia lakukan seperti menampar nya, menghempas kan tubuhnya ia tau niane bisa merasakan nya, kalo niane tau bahwa dia yg melakukan nya apa niane masih tetap memaafkan nya?.

Pikiran nya masih berkecamuk membuatnya gelisah, akhirnya ia memutuskan memainkan ponsel niane untuk membuka tiktok. Sesekali mengecek semua sosmed milik niane, dan Yap tidak ada yang aneh niane memang tidak pernah melakukan hal di luar batas, ia berkomunikasi dengan lawan jenis hanya saat ada keperluan saja.

2 jam kemudian

Hamdi masih setia menunggu niane bangun, walaupun jam sudah menunjukkan pukul 23.00 ia sudah sangat ngantuk tetapi ia ingin memastikan kalo niane memaafkan nya nanti setelah bangun tidur, tidak lama kemudian niane meregangkan tubuhnya khas orang bangun tidur.

Niane membuka mata nya perlahan yang ia liat pertama kali di sampingnya ialah kekasih nya, "kepalaku sakit sekali, pipiku nyeri, tubuhku pegal pegal" ujar niane sambil aga sedikit meringis

"Maaf" jawab Hamdi sambil memeluk niane

"Untuk apa?"

"Aku selalu salah paham padamu" jawab Hamdi

"Apa maksud mu?, bukan kah kamu di pukulin sama orang asing tadi?" Tanya niane dengan linglung

Hamdi menghela nafas panjang,menatap niane dengan dalam lalu menceritakan semuanya. Dan berakhir dengan kata ....."tolong maafkan keegoisan ku lagi"

Niane terkejut lagi lagi Hamdi melakukan kekerasan fisik padanya, pantas saja badan nya seperti ingin patah kejadian berapa bulan lalu seperti terulang karena kesalah pahaman lagi, niane kecewa sekali berat sekali rasanya ingin memaafkan nya kembali. Walaupun memang itu salah nya karena menganggap Riko itu Hamdi tetapi, itu di bawah alam sadarnya ia benar benar ga sadar sama sekali.

Tetapi Hamdi malah tidak mencari tahu terlebih dahulu, bagaimana ia bisa  memaafkan nya? Sedangkan ia jadi merasa takut di saat berada di sisi nya takut ketika Hamdi melakukan kekerasan fisik lagi, walaupun hanya sekedar salah paham.

"Bagaimana bisa aku memaafkan mu kembali?" Tanya niane dengan sedih

Hamdi diam tidak menjawab dia terus tilik mata niane yang sudah memerah menahan tangis nya.

I wanna be yours Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang