43

635 8 2
                                        

Hamdi melepaskan tautan nya, lalu mengusap air mata yang sempat ada di kelopak mata niane,

"Demi tuhan niane, aku tidak ingin berpisah dengan mu, tolong jangan buat aku gila aku tidak ingin mengalami perpisahan seperti waktu itu aku membenci nya niane aku tidak suka berpisah dengan mu" ucap Hamdi dengan nada berat dan lembut .

Niane tidak merespon apapun. Ia balik menatap Hamdi dengan lekat tanpa niat merespon apapun semua perkataan Hamdi.

"Kita bisa memperbaiki hubungan ini tanpa mengistirahatkan atau pun berpisah, aku tidak sanggup niane demi tuhan aku tidak sanggup berpisah lagi dengan mu" ucap nya lagi

"Bantu aku niane, bantu aku untuk mengontrol emosi ku, niane aku akan berusaha semaksimal mungkin agar kamu merasa aman bersama ku, niane aku akan lebih mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum bertindak. niane aku janji aku akan berubah ku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita tanpa harus berpisah." Ucap Hamdi

Niane menghela nafas panjang "aku belum siap menikah dengan mu jika sifat mu belum kamu benahi "

"Aku kan berubah demi kamu, secepatnya agar kita tidak perlu menunda pernikahan terlalu lama" jawab Hamdi dengan yakin jujur saja Hamdi memang sudah sangat ingin satu atap dengan niane menjadikan nya istri satu satunya yang akan ia bahagia kan walaupun terkadang, sifat overprotektif nya lah yg membuat niane tidak nyaman.

"Pulang lah, biar kan aku sendiri di sini Dengan tenang, aku ingin istirahat "ucap niane secara halus mengusir Hamdi

"Tidak mau. Aku ingin di sini tidur bersama mu lalu mendekap mu" jawab Hamdi

"Nanti Isabel datang" jawab niane

"Lalu kenapa?" Tanya Hamdi

"Apa kau tidak tahu malu? Kita belum menikah tapi sudah tidur bersama" jawab niane dengan kesal.

"Biarin saja, dia tahu kau hanya tidur dengan ku, sedangkan dia tidur bersama banyak pria" jawab enteng Hamdi

"Jangan suudzon deh jadi org, sok tahu aku kan temen nya"

"Tapi aku melihatnya secara langsung"jawab Hamdi

"Hah iyakah?" Tnya niane

"Sesampainya aku di sini aku mulai mencari kamar mu lalu tidak sengaja aku melihat Isabel di depan salah satu kamar sedang mabuk dengan dua org pria yg satu sedang mencium bibirnya sambil meremas payudara nya, yang satu di bawah sedang menjilati kemaluan nya sambil meremas bokong Isabel setelah itu langsung di bawa ke kamar oleh kedua pria tersebut" jelas hamdi

"Hah ?! Seriusan?! Apa kita susul aja aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan" Terkejut niane

"Tidak perlu nanti juga ketika sudah selesai, dia akan kembali ke sini" jawab enteng Hamdi

"Mengapa kamu terlalu yakin? Apa kamu pernh bercumbu dengan Isabel?" Tanya niane dengan penuh selidik

"Apa maksudmu? Wanita seperti Isabel haus akan belaian laki laki apalgi dia tidak punya pacar jadi merasa bebas, mencoblos sana sini kau hanya menilai dari sisi sebelah sayang krna kamu sesama wanita mementingkan perasaan jadi sebenernya kamu tahu hal itu, Tpi berusaha untuk tidak percaya dengan ke nakalan temen kamu. Tapi sebagai seorang pria aku bisa menilai seperti apa Isabel maka jangan terjerumus masuk ke dalam pergaulan dia yang terlalu bebas" jelas hamdi dengan panjang lebar..

"Umm.. baiklah"

"Lalu apa kamu ingin bercinta skrg?" Tanya Hamdi dengan nada menggoda

"Tidak. Kau habis membuat kesalahan tidak kah kamu punya rasa bersalah setelah apa yang kamu lakukan?" Sindir niane

I wanna be yours Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang