II. GARA-GARA SEMANGKA?

104 37 36
                                        

°Terkadang membuat orang lain bahagia itu bisa membuat kita bahagia°

Happy Reading🍑

Pada umumnya orang-orang di akhir pekan akan pergi berlibur keluar rumah atau hanya bersantai saja di rumah. Tetapi berbeda dengan orang yang bernama Mahendra, dari pagi ia sudah siap dengan buku dan laptopnya. Mungkin ia akan belajar di akhir pekan ini.

Tapi tak lama pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dengan brutal sambil berteriak.

Toktoktoktoktok.....

"Hendra keluar cepet darurat nihhh urgent urgent... Hendraaaaaaa" Teriak Ara berkali-kali.

Mahendra ternyata sedang fokus belajar tentang cara memainkan gitar itu langsung menghentikan kegiatannya itu. Dan langsung pergi untuk membuka pintu kamarnya.

"Ada apa ada apa yang darurat?" Tanya Mahendra cemas.

"Anterin gue ngambil album pesenan gue sama Valerina yuk."

"Kirain apa, nggak ah gue lagi sibuk."

"Sibuk apa sih palingan lo cuma tidur doang."

"Tidur juga suatu kesibukan yang sangat sangat bermanfaat bagi tubuh gue. Dah lah mending lo minta anterin sama adek lo aja si Haikal."

"Gak bisa. Tuh adek laknat gue gak tahu kemana dari subuh udah pergi. Ayoklah pliiss gue beliin semangka deehh" Bujuk Ara.

"Oke 3 buah ya."

"Hah gila lu 3-"

"Mau gak dianterin?"

"Ya udah iya."

'Gue beliin aja yang kecil-kecil haha.' Batin Ara

"Lo tungguin disini gue mau ambil dulu kunci motor gue di kamar Ayah."

"Oke Abang."

"Dih kalo ada maunya pasti panggil Abang Dasar ya" Ucap Mahendra sambil berjalan menuju ke kamar Ayahnya.

Di kamar Mahendra ia melihat-lihat sekeliling kamarnya dan matanya tertuju pada benda yang asing berada di kamarnya seorang Mahendra. Gitar itu tepat berada di kasurnya Mahendra beserta buku dan kertas-kertas yang bertuliskan seperti notasi not balok pada gitar.

 Gitar itu tepat berada di kasurnya Mahendra beserta buku dan kertas-kertas yang bertuliskan seperti notasi not balok pada gitar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Emmm sekarang lo lagi belajar main gitar ya draa. Kok tumben padahal kan dia lebih suka belajar dengan angka-angka dan rumus lah ini gitar?" Ucap Ara bermonolog sendiri.

Tak lama Mahendra pun datang.

"Heh ngapain bengong. Ayok gue udah ambil kunci motornya."

"Ayok."

Saat Mahendra akan menyalakan motornya tiba-tiba Ara mengatakan sesuatu kepada Mahendra yang membuat Mahendra mengeluh. "Abang Mahendra yang tampan tungguin ya Ara yang cantik ini mau mandi dulu ya mau mempercantik diri dulu sebelum pergi ya." Ucap Ara dengan nada lucu yang di buat-buat.

MAHENDRA (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang