Happy Reading🍑
Setelah keduanya mengatakan untuk berpisah, mereka berdua sama-sama menyesal. Karena mereka sama-sama dikendalikan oleh amarah. Tetapi apa sudah jadi nasi sudah menjadi bubur. Ingin meminta maaf pun tidak merasa bersalah. Jadi bagaimana?
Setelah kejadian itu Mahendra memutuskan untuk tinggal bersama Jono sementara karena ia tidak ingin bertemu dulu dengan Ara karena pasti akan merasa canggung. Dan untungnya juga Ayahnya sedang pergi ke luar kota selama 1 bulan.
Malamnya Mahendra belum bisa tidur dan agar tidak ketahuan oleh Ara dan keluarganya malam-malam Mahendra pergi ke rumah Jono.
"Pasti mereka semua udah pada tidur." Ucap Mahendra sebelum menyalakan motornya untuk pergi sambil melihat ke rumah Ara.
Tanpa Mahendra sadari dari atas kamarnya Ara, Ara melihat Mahendra pergi diam-diam.
"Kalo mau pergi ya udah sana jauh-jauh. Gue juga bisa pergi lebih jauh dari lo." Ucap Ara kesal.
Saat sampai ia justru dimarahi oleh Jono karena bertamu malam-malam.
"Lo gak liat jam apa ini tuh mau jam 12 malam lo malah bertamu ke rumah gue jam segini hah. Ganggu gue tidur aja." Marah Jono
"Ya maaf. Gue gak mau dia tahu."
"Ya itu urusan lo bukan urusan gue. dah ah gue mau tidur dulu ngantuk."
"Jadi ini boleh nginep kan?" Tanya Mahendra memastikan."
"Hemm."
●○♡○●
Setelah memkirkan dengan matang malam tadi, Ara memutuskan untuk kuliah tahun depan di Bandung. Dan karena waktu memasuki kuliah sebentar lagi maka ia memutuskan besok untuk langsung berangkat. Dihari minggu ini Ara meminta izin kepada keluarganya agar bisa pergi dan tinggal di Bandung selama 4 tahun.
"Papa." Panggil Ara kepada Papa yang sedang mengajak main si kembar.
"Iya apa sayang."
"Pa. Kan papa pengen Ara kuliah. Jadi." Ucap Ara menggantung.
"Jadi apa?"
"Ara boleh kan kalo kuliahnya di Bandung. Di sana juga kan Ara tinggalnya sama Nenek sama Om Dimas."
"Iya boleh."
"Beneran Pa?"
"Iya bener. Tapi minta izin juga sama Mamamu."
"Huuuuh. Tapi kan kalo sma Mama pasti susah minta izinnya."
"Nggak kok. Coba aja dulu."
Wajah Ara yang tadinya semangat tiba-tiba murung.
"Jangan murung gitu dong. Nanti deh Papa bantuin."
"Janji ya?"
"Iya. Tapi tolong dong bikinin papa kopi. kering nih tenggorokan dari tadi ngajak main si kembar."
"Cape apaan orang dari tadi pas Ara ngomong sama Papa, si kembar malah tidur. Dan juga kalo tenggorokan kering tuh minumnya air putih bukan kopi."
"Ya udah tinggal bikinin Papa kopi sih. cerewet banget kamu tuh kaya Mamamu."
"Ya kan anaknya." Ucap Ara lalu pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Ayah tercinta.
●○♡○●
Karena tidak ingin mengandalkan bantuan Papanya saja untuk membujuk Mamanya, Ara pun berinisiatif untuk membuatkan sesuatu untuk pertama kalinya untuk Mamanya. Karena Mamanya sangat menyukai Cheescake ia pun ingin membuatkannya untuk Mamanya. Berbekal ilmu yang di ajarkan Kuncoro saat bekerja di Cafe ia pun pasti bisa membuatnya. Ara pun pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAHENDRA (TERBIT)
FanfictionBagaimana jika kita berpacaran dengan teman kita dari kecil tiba-tiba putus?
