Keesokan paginya Mahendra terbangun terlebih dahulu. Saat bangun ia sudah melihat Haikal yang berada di ruang makan yang sedang makan.
"Gimana nyenyak tidurnya bang. Anget ya ada yang meluk." Sindir Haikal.
Mahendra pun tidak menghiraukan ucapan Haikal. Dan ia lebih memilih untuk pergi ke kamar mandi. Tak lama Mahendra keluar dari kamar mandinya lalu ia berpamitan pada Haikal untuk pulang karena sudah ada Haikal yang menjaga Ara.
"Gue balik dulu. Lo jagain tuh Kakak lo gue udah nungguin dari semalam lama banget."
"Sorry Bang semalam macet dan juga pas pulang gue udah liat lo tidur sambil meluk Kak Ara."
"Ekhheeem ya udah kalo gitu gue pulang dulu ya. Kalo ada apa-apa tinggal panggil gue aja."
"Oke"
●○♡○●
Tidak lama setelah Mahendra pulang, Ara pun terbangun dan sudah disuguhi pemandangan adiknya yang duduk bersila dengan ponsel yang sudah ada di tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo pagi-pagi udah maen game aja bocah."
"kata siapa ini masih pagi dan siapa yang lo panggil bocah hah." Kesal Haikal karena di panggil bocah.
Saat Ara melihat jam dan ternyata sudah menunjukan pukul 10.
"Kenapa gak bangunin gue sih."
"Ya lo tidurnya nyenyak banget mana tidurnya sama Bang Mahendra mana pake peluk-peluk segala gak lepas-lepas dari semalam."
"Hah gue tidur sama Hendra?" Kaget Ara karena mungkin efek obat ia jadi tidak terlalu ingat setelah kejadian mati lampu itu.
"Iya Bang Mahendra juga baru pulang tadi."
Walaupun Ara masih kaget tapi ia tidak terlalu memperdulikannya. Ara pun pergi ke kamarnya karena dari kemarin ia belum melihat ponselnya takut ada sesuatu yang penting. Saat menemukan ponselnya ia segera memeriksa ponselnya dan ternyata banyak notifikasi panggilan dari Valerina dan pesan juga. Ia pun melihat pesannya.
"Ini kok tumben chatnya panjang gini. Ini pasti lagi gosip nih pasti, gara-gara gue gak angkat telponnya jadi dia effort banget ngetik panjang gini."
5 Panggilan tak terjawab dari Valerina.
Valevale
Sebenarnya gue mau minta maaf secara langsung sama lo tapi gue gak punya keberanian segede itu. Tapi gue berusaha meminta maaf lewan telpon tapi lo gak jawab. Gue mau mengakui kesalahan gue karena udah bikin lo salah paham sama Mahendra. Cewek yang lo liat di taman itu sebenarnya itu suruhan gue. Gue gak bisa kasih tahu lo apa alasannya. Tapi gue bener-bener minta maaf karena udah bikin hubungan lo sama Mahendra berantakan dan juga gara-gara itu lo ampe sakit. 19.19