Wokey! Monggo enjoyyy!!!
Elizabeth dengan ceria menarik tanganku lalu mengajakku berkeliling
"Ini ruang tamu! Disini tempat keluarga berkumpul! Kita juga bisa main disini! Tapi kadang mamah marah karena aku gak beresin mainan habis main, hehe~" Elizabeth menggaruk-garuk kepalanya.
Ruang tamu itu cukup bagus, sangat luas, namanya juga ruang tamu. Apa jadinya kalau ruang tamu sebesar gudang? 😂
Ruang tamu itu sangat rapih, disana terletak 1 sofa yang besar dan 1 sofa single, kedua sofa itu berwarna biru tua. Tentu saja ada TV jadul berbentuk kotak disana, ruang tamu itu tidak lengkap tanpa TV :D
dinding ruang tamu itu dihiasi foto-foto keluarga yang tergantung di dinding berwarna putih terang itu. Disana juga ada meja kayu kecil beserta karpet berwarna merah bercampur orange diatas meja kayu kecil itu terletak vas bunga berwarna lavender, didalamnya ada rangkaian bunga mawar plastik berwarna ungu.
"Oh, bunga itu? Aku kasih ke Papa waktu hari Ayah, dan Papa terus menyimpannya sampai sekarang." Elizabeth mengatakan itu dengan raut wajah gembira, seakan anak ini tidak pernah berhenti tersenyum sekalipun.
Si pembu**h itu menyimpan bunga? Sungguh tidak terduga. Aku menatap ke arah vas yang berisi bunga itu dengan tatapan menyelidik.
Jujur, aku gak expect kalau William akan menyimpan barang seperti ini, mungkin dia suka gegara warnanya ungu atau gak mau bikin Elizabeth sedih? Siapa yang tau.
Elizabeth lanjut mengajakku berkeliling sambil menceritakan banyak hal soal keluarganya.
"Ini dapur! Mamah suka masak makanan yang enak-enak disini! Terus disebelah dapur ada ruang makan! Itu tempat kita buat makan bareng-bareng" Ucap Elizabeth dengan panjang lebar.
Aku menatap Meja makan beralaskan taplak meja berwarna putih itu, lalu melihat sekilas ke arah dapur. Wow, ada microwave! Mungkin aku bisa masak kue disini! Aku sudah mulai membayangkan masakan apa saja yang bisa kubuat menggunakan microwave itu.
"Ntar pas makan malam kamu coba deh masakan mama! Enak banget pokoknya! Soalnya mama juga hobi masak!" Elizabeth melayangkan jempolnya ke arahku, aku pun mengangguk dengan antusias.
Kami, pun menaiki tangga menuju lantai atas karena sudah selesai meng-eksplor lantai bawah.
Aku melihat sekeliling koridor, dinding dinding koridor itu berwarna orange, disana juga ada jendela berwarna putih yang sangat besar. Aku melihat meja berlaci yang ada di koridor itu, ada satu foto yang menarik perhatianku, aku berjinjit karena meja itu sangat tinggi.
Nyampe!
Aku mengambil foto itu lalu menyipitkan mataku, foto William dan Clara yang sedang berpegangan tangan. Aku bergidik ngeri lalu menaruh foto itu ke tempatnya semula.

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi ke dunia yang tidak aku inginkan AU FNAF by Numi_Cakep / HCheese
FanfictionApa yang terjadi kalau kamu tiba tiba pindah server ke game FNAF? Inilah yang dialami oleh Numi, perempuan biasa saja yang berumur 14 tahun, tiba-tiba dilempar ke game FNAF sama author-nya yang kurang kerjaan. "Astogeh, perasaan hidup gw baik-baik...