Cowok kodok

48 7 0
                                    


"Yosh!" Aku mengencangkan dasiku lalu terbatuk-batuk. Kekencengan bjr.

"Ini, sih, nyekek diri sendiri!" Ethan berdiri sambil berkacak pinggang, lalu membantuku membetulkan dasiku. "Udah umur berapa kamu masih belum bisa pake dasi?"

Aku mengedikkan bahuku, walaupun di seragamku ada dasi, tapi nggak aku pake, hahaha...


"Ini bekalnya" Anne, Mamaku memberiku kotak bekal berwarna kuning bergambar bus sekolah, "Semangat di sekolah baru!" Ucapnya dengan gembira.

"Anne, bukankah dia sudah terlalu besar untuk membawa bekal?" Ethan mengernyitkan dahinya, Anne menatap suaminya dengan tatapan garang. Aku terkekeh, "Gak papa, pasti masakan mama enak"

"Butuh Mama antar ke sekolah?"

"Anne..."

"Hahaha, aku tahu, kok, Ethan" Anne tertawa. Aku memakai sepatuku yang berwarna hitam, menenteng ranselku lalu membuka pintu depan, "Aku berangkat"

"Hati-hati" Ucap mereka berdua.

.

.

.

.

.

.

"..."

Hening.

Jelas, orang aku satu-satunya murid pindahan no where yang tetiba pindah pas murid-murid lagi belajar. Mana si Mike pura-pura gak kenal lagi.


"Hei"

Aku mendongak. Di depan mejaku berdiri seorang cowok dengan hodie bergambar kodok, menatap masam ke arahku, tangannya mengepal. "Mana kamera lu?"

"Sumpah???"

Dia masih inget soal aku yang foto mereka lagi nyebat di gang??? Seharusnya Mike dah kasih tau itu kamera gue buang ke air.

"Napa? Jangan pasang muka pura-pura gak tau gitu, deh. Atau bisa gue bilang...Bego?" cowok itu mulai menyilang tangannya, bersedekap sambil menyingkirkan poni yang menghalangi penglihatannya.

Asli mau nonjok-

"Lu denger, gak sih? Atau jangan-jangan lo sebenernya tuli, ya?" 

BRAK!


mulai deh...

cowok itu menggebrak meja kantin, membuat makanan serta minuman di atasnya bergeser sedikit, serta menarik perhatian orang-orang.


Aku tersenyum, "Lo lucu kalo akting jadi villain. Cocok benget sama penampilan lo unyu-unyu gimana... gitu"

Bodo amat, kuputuskan untuk membalas balik aja daripada ngejelasin soal kamera gue yang kecebur ke aer. Toh dia gak akan percaya juga kalo gue bilang-

"MUNGIL MAKSUD LU?!"

BRAK!


Ampun gusti, jangan langsung gebrak-gebrak meja gitu dong, dikira situ kah yang punya meja?

Dan unyu dan dang mungil itu bedah jauh bjr, what do u mean by same??


"NGACA YA! LO JUGA PENDEK ANJ*NG"


JLEB!

Aku buru-buru berdiri lalu menaruh makananku di konter- of course sebelum itu dibuang dulu. Si kodok ijo mengikuti dari belakang, seakan aku akan kabur kapan saja, "HEH! DENGER, GAK?!" teriaknya sambil menghalangiku untuk kabur.

Transmigrasi ke dunia yang tidak aku inginkan  AU FNAF by Numi_Cakep / HCheeseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang