Mengulang lagi dari awal

44 8 0
                                    


Semuanya terulang lagi dari awal.

Aku terbangun di tempat tidur Evan, seperti putaran hidup ke 1 dan ke 2.

"Udah bangun?" Lizzy duduk di sebelahku, "Mulai sekarang kamu jadi adik Lizzy, ya!" Senyumnya. Senyum yang sudah kulihat 2 kali, kali ini kali ke 3 aku melihatnya.

"Oh, iya! Aku lupa ngenalin diri! Namaku Elizabeth Afton! Anak ke 3 dari keluarga Afton! Kelas 1 SD! Salken,ya!" Elizabeth menjabat tanganku keatas dan kebawah. Aku tersenyum, tapi sabian dari diriku merasa lelah karena pengulangan ini.

[Padahal baru 3 kali]

Berisik 

Setelah aku mengatakan itu, aku seakan akan mendengar suara tawa sistem.


Cklek

Evan muncul dari balik pintu, tangannya memeluk boneka Freddy pemberian William. Yang jelas seingatku sudah dicantumkan kamera disana.

"Aku Evan Afton..." Ucapnya "Bisa dipanggil Evan" Ucapnya lagi.

"Salken Ev-"

"WIDIH! BERARTI KALIAN SEUMURAN, NIH! YESS!! AKU PUNYA ADEK KEMBAR!"

Tak lama kemudian Clara datang, membawakan air putih. Aku menolaknya dengan halus, aku tidak haus, tetapi dia tetap memaksa, akhirnya aku menenggaknya.

.

.

Setelah itu Clara memperkenalkan dirinya sebagai 'Ibu baruku'. Di putaran kehidupan yang ini, aku sama sekali tidak berencana kembali ke keluarga asliku, jadi aku hanya mengangguk. Michael pun memperkenalkan dirinya setelah Clara memelototinya, tentu dengan ogah-ogahan.

Clara lagi-lagi memintaku untuk menceritakan apa yang terjadi, aku pun menceritakan cerita yang sudah kuucapkan 3 kali, tapi kali ini lebih singkat dan tidak membuat terlalu banyak detail. Itu tidak berguna sama sekali jika kuucapkan, dan mulutku sudah terasa pahit mengulang-ulang.


Lalu William datang. Ya, sang pembunuh.

Aku sangat bodoh sekali memikirkan berkali-kali kalau kamu itu Ayah yang normal, Ayah yang baik. Tapi ternyata sama saja, sudah ditakdirkan oleh sang kreator untuk menjadi tokoh antagonisnya.

"JANGAN MENDEKAT!" 

Aku berteriak, menyuruhnya untuk menjaga jarak. William tertegun, berhenti mendekatiku. Michael menatapku dengan sinis, tak terima ayahnya dibegitukan. Clara berusaha menjaga suasana dengan memberitahu William soal latar belakang keluargaku, beralasan kalau aku merasa takut dengan 'lelaki dewasa' atau trauma dan semacam itulah.

Setelah mendengar itu William mengangguk-angguk paham, netra ungunya melirikku, "Maaf, ya. Aku nggak tahu"

"apa namamu?" Tanyanya.

"Numi" Ucapku.

"Tanpa nama belakang?"

Aku mengangguk.

.

.

.

Setelah itu semua berlalu seperti yang seharusnya

Pergi ke sirkus, bertemu 'teman-teman', bersekolah, hal-hal normal seperti itu.

Tapi kali ini aku tidak akan meminum obat pembesar diri, aku merasa yakin aku bisa melakukannya dengan tubuh kecil ini. Aku memutuskan untuk menjauh dari Michael, jika terjadi percakapan, aku membuatnya sesingkat-singkat mungkin. Saat teman-temannya datang, aku berpura-pura menjadi anak yang cengeng, agar kejahilan mereka makin menjadi jadi, dan bukannya malah menjahili Evan.

Saat malam diam-diam aku menghapus semua history pencarian William soal anak hilang. Semua selebaran yang berada di sekitar rumah aku remas dan buang ke tong sampah. Mengirim surat ke orangtuaku kalau anak mereka baik baik saja dan tak mau pulang, mungkin sedikit menyakitkan untuk mereka, tapi mereka bisa mengerti. kuharap.

Perlakuan Elizabeth yang di luar nalar pun berhasil ku cegah.


Semua keluarga Afton pasti mempunyai kematian yang mengerikan, seperti Evan yang koma, Elizabeth yang dibunuh sircus baby, Michael yang di-scoop, Clara yang jatuh dari tebing, dan William. 

Karena namaku adalah Numi Afton, kemungkinan besar aku tidak luput masuk ke dalam daftar panjang  kematian sang malaikat maut.

Kira-kira kapan, ya? Kapan giliranku datang? 


[Ulang tahun Evan= Tomorrow]

Transmigrasi ke dunia yang tidak aku inginkan  AU FNAF by Numi_Cakep / HCheeseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang