00'09

2.6K 156 3
                                        

Author back!!!!!



.


.

.




.






.




.



.




.





"Han, tolong panggilin adek adeknya suruh makan" Jeonghan yang sedang bermain handphone langsung beranjak.

"Dimana mi? " Tanya han yang sebenrnya mager nyari para bocil rumah.

"Paling di belakang han" Sang mami menjawab dari dapur.

Jeonghan bergegas ke arah belakang, lebih tepatnya taman belakang rumah.

"Ngapain coba, siang siang di belakang" Dumel han sepanjang jalan.

"WOI CIL!! DI SURUH MAMI MAKAN! " Jeonghan berteriak dari kejauhan, karena mager buat mendekat lagi pula panas.

Dari arah lain dino menyipitkan matanya untuk melihat jeonghan dengan lebih jelas, terik matahari menghalangi pandangannya.

"IYA BANG!" Dino berteriak membalas jeonghan.

Jeonghan hanya mengangguk lalu pergi dari sana.

"El di suruh makan" Ucap dino sedikit berteriak.

El segera mendekat membantu dino membereskan mainan yang mereka mainkan.

"Beresin yang bener el, bang josh tau di buang entar" Ujar dino sembari meletakkan mainan pada kotak mainan mereka.

Anak SMA berasa anak SD ya begini jadinya. Pulang sekolah langsung ngacir ke taman belakang buat main.

"Din, tunggu! " Dino langsung berlari ke dalam rumah.

Keduanya berlari di dalam rumah saling mengejar.

"Heh! Awas jatoh" Mingyu sedikit berteriak dari tangga saat dino dan el berlari menaiki tangga.

"Awas aja salah satu jatoh terus nangis" Mingyu ngedumel sembari menuruni tangga.

Tak berselang lama mingyu Mendumel, terdengar suara keras dari lantai atas.

'Kalo gak el ya dino yang jatuh' batin mingyu sembark berlari menaiki tangga kembali.

"Han, suara apa itu? " Sang mami bertanya dari arah dapur.

Wajah jeonghan sudah panik "han gak tau mi" Setelah itu yoona dan jeonghan berlari ke lantai dua.

Terlihat mingyu yang tengah membantu dino dan el berdiri. Bukan salah satu melainkan kedua jatuh bersamaan.

"Astaga kok bisa jatoh? " Tanya sang mami sembari mendekat.

"Aduh, lutu dino sakit mi" Ujar dino sembari mengelus lututnya yang langsung terbentur ke lantai saat jatuh.

"Lagian kalian ngapain sampe jatuh? " Tanya sang mami sembari mengecek keadaan lutut dino.

"Itu bang woozi mendadak buka pintu kamarnya" Ujar dino yang masih memegangi lututnya.

Woozi yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamarnya merasa tertuduh sebagai pelaku

Woozi yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamarnya merasa tertuduh sebagai pelaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seventeen // BrothersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang