>>>>>>
"Di rumah siapa dek? " Tanya joshua yang baru saja pulang dari kantor.
"Di rumahnya jevano, soalnya kerjainnya cuman berdua" Jawab el sembari membuka buku di tangannya.
"Besok abang anter deh" Tawar joshua sembari melepaskan dasi.
"Iyaa boleh"
"Jam 2 siang kan? "
"Iya jam dua"
"Selesai? "
El nampak berfikir "materinya lumayan banyak tapi gak susah sih, paling selesai jam 4"
"Yang penting jangan kesorean dek"
"Iya bang"
>>>>>>>>
Tok!
Tok!
"No bukain itu pintunya, bunda lagi masak! " Teriak bunda jevano.
"Aduh bund, jeno lagi push rank" Adu jevano yang enggan membukakan pintu.
"Yah, sita aja hp jevano itu! " Titah sang bunda yang tak tahan dengan tingkah jevano.
"Je bukain sana" Titah jeremy dengan menendang jevano, sementara tangannya fokus memegang handphone.
"Ah lo aja sana, kalah entar gue" Jevano membalas mendorong jereny dengan kakinya.
"Ck! Gue aja lagi nge-rank! " Jeremy yang tak terima di ganggu mendorong kembali jevano.
"Apaan sih lo! "
"Woi kalah gue entar! "
"Handphone kalian ayah sita! " Ayah kedua anak itu dengan cepat mengambil alih handphone kedua anaknya dari tangan kedua anak itu.
"Yah!! Aduh dikit lagi jeno menang! "
"Yahh, nanti rank jemy turun"
Kedua anak itu terus protes memohon agar handphone milik mereka dikembalikan.
Sementara itu, bel rumah mereka terus berbunyi. Menandakan tamu yang datang masih setia menunggu.
"Itu, buka pintu dulu sana" Titah sang ayah.
"Ah tau ah, jeno ngambek sama ayah" Jevano berjalan ke arah pintu dengan kesal sambil menghentak hentakan kakinya bak anak kecil yang merajuk.
"Siapa ya? " Tanya jevano sembari membukakan pintu rumahnya dengan muka yang masih di tekuk karena marah.
"Halo jevano, ini leon" Sapa el yang sudah berdiri di depan pintu.
Dengan cepat jevano mengubah raut wajahnya "eh leon, hehe... Maaf lama bukain pintunya" Sapa jevano.
"Iya gapapa kok"
"Siapa jen? " Tanya jeremy yang datang menyusul dengan sang bunda.
"Loh? Anaknya yoona kan? " Tanya sang bunda dengan senang.
"Iya tante nama ak-"
"Namanya leon ma, anaknya tante yoona. Yang waktu itu ketemu di mall" Ujar jevano memperkenalkan el pada bunda nya.
"Ohh jadi leon, leon itu ini tohh" Ucap jereny yang melihat el dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
El sedikit tidak nyaman, lantaran jereny terus menatapnya dengan lekat.
"Ck! Apaan sih lo. Gak nyaman leon nya sama lo" Jevano segera menepuk pundak jeremy yang membuatnya meringis kesakitan.
"Eh nak leon, ke sini mau kerkom sama jeno ya? " Tanya sang bunda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen // Brothers
FanfictionTau grup seventeen? Bayangin gimana kamu jadi adek perempuan satu-satunya diantara laki-laki yang sukanya bercanda gak masuk akal itu. Kehidupan penuh teka teki yang dirasakan leona di hidupnya bersama para abangnya yang gak ada warasnya.
