.>>>>>>>>>>>
Selesai makan siang, hoshi kembali ke kamarnya membawa laptop dan tasnya.
Ia membokar isi tasnya mencari sebuah benda yang ia taruh bersama coklat yang ja berikan pada el tadi.
Merasa tidak menemukan barangnya, hoshi mengeluarkan semua isi tasnya, dan benar barang yang ia caru tidak ada di tasnya.
Hoshi segera turun kembali ke ruang keluarga. Ia berfikir, mungkin itu jatuh saat ia mengeluarkan coklat untuk el.
Saat tiba di ruang keluarga, ia mencari ke setiap sudut ruangan, melihat di bawah sofa namun tetap ia tidak menemukan apapun.
Saat ia menyadari bibi lewat di lorong membawa sebuah sapu.
"Bi!.. Bibi" Panggil hoshi
"Iya den, kenapa? " Bibi berbalik lalu bertanya pada hoshi.
"Eumm... Anu.. " Hoshi menggaruk tengkuknya yanh tak gatal.
"Anu apa den? "
"Bibi tadi beresin ruang keluarga? " Tanya hoshi.
"Iya den, kenapa?"
"Bibi nemu sesuatu gak?" Tanya hoshi dengan wajah khawatir.
"Enggak den"
"O-Ohh gitu ya bi, makasih ya bi" Hoshi segera berbalik, ia berlari menuju kamar joshua.
Tok!
Tok!
Pintu kamar joshua di buka, menampakan joshua dan jeonghan di dalamnya.
"Kenapa shi? " Tanya joshua, sementara jeonghan sedang duduk sembari menatap handphonenya.
"Abang, abang.... Tadi beresin ruang keluarga? " Tanya hoshi.
"Iya? Kenapa? "
"Abang nemuin barang gitu gak? Kotak gitu"
"Enggak, cuman ada sampah botol plastik doang"
"Kenapa josh? " Tanya jeonghan.
"Ini, hoshi nyari barangnya" Ujar joshua.
"Ohhh"
"Gitu ya bang, ya udah deh" Hoshi segera berbalik lalu melenggang pergi meninggalkan kamar joshua.
>>>>>>>>>
"Han, kan tadi yang beresin ruang keluarga lo duluan, ada liat gak barang dia. Kasian bocahnya ampe panik gitu" Tanya joshua.
Jeonghan menggeleng sembari mengunyah keripik "enggak"
"Ya udah deh, semoga cepet ketemu kasian bocahnya" Ujar joshua.
Jeonghan hanya berdehem.
'Gue harap enggak cepet ketemu sih'
>>>>>>
"Argh! Dimana sih benda itu! " Hoshi mengacak-acak rambutnya frustasi.
Kamarnya kini berantakan demi mencark benda itu.
"Gak mungkin tadi lupa naroh ke tas" Hoahi mencoba mengingat kembali.
"Kalo sampe mas atau papi tau, abis gue" Hoshi membaringkan dirinya di kasurnya.
Ekspresi cemas masih terpampang jelas di wajahnya "sial banget sih"
>>>>>>>>>
Gadis itu lagi-lagi menghela nafas berat. Ia terus memandangi benda di tangannya itu yang ia temukan di ruang keluarga di rumahnya.
"Masa sih? Yang bener aja?! " Gumam gadis itu dengan cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen // Brothers
FanfictionTau grup seventeen? Bayangin gimana kamu jadi adek perempuan satu-satunya diantara laki-laki yang sukanya bercanda gak masuk akal itu. Kehidupan penuh teka teki yang dirasakan leona di hidupnya bersama para abangnya yang gak ada warasnya.
