Helowwww
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
El kini tengah tertidur pulas sesuai di kompres oleh mbak sri.
Joshua yang mengantarnya terus terduduk di samping ranjang tempat el tertidur.
Ia terus berada di kamar el, bahkan tak pernah meninggalkan el barang sedetikpun. Joshua tengah mengerjakan pekerjaannya lewat laptop yang ia bawa di tasnya.
Tak lama kemudian, saudara saudranya pulang satu per satu termasuk mami dan papi nya.
El mengerjapkan matanya daat suara bising masuk ke telinganya. Ia mengerjapkan matanya beberapa untuk menyesuaikan cahaya.
"Gimana sih!? Kalian tuh sebenernya bisa atau enggak jaga adeknya!? Kalian yang minta buat di balik tapi baru beberapa bulan di sini aja dia udah sakit!? " Suara bentakan seseorang itu sukses merebut perhatian el.
"Kalo kaya gini, gimana papi sama mami bisa tenang buat perjalanan bisnis. Kalian udah gede!? "
"Pi udah, mereka juga fokus sama kuliah dan kerja, gak mungkin el terus di perhatikan sama mereka" Ah, el tau itu suara mami nya.
Sepertinya semua orang tengah berkumpul sekarang. Dalam hati el ada rasa bersalah, karenanya justru mas dan abangnya terkena omelan papi.
Saat el tengah termenung, perlahan pintu kamarnya di buka. El dengan cepat berguling ke kasurnya, menutupi wajahnya dengan selimut lalu tidur membelakangi.
El bisa mendengar langkah kaki beberapa orang memasuki kamarnya. Sepertinya lebih dari 3 orang.
≥≥≥≥>
Setelah selesai di marahi oleh sang papi abang dan mas el berpencar. Beberapa memasuki kamar masing-masing dan beberapa memasuki kamar el.
Ada wonwoo, dino, woozi, Seungcheol, minghao, joshua dan mingyu. Begitu masuk seungcheol, dino dan joshua langsung duduk di sofa kamar el.
Sementara wonwoo dan woozi berdiri di pinggir kasur el menatap el yang tengah tertidur.
"Papi gak adil! Masa papi marahnya sama kita. Papi aja fokus kerja, udah berapa minggu papi gak liat el? " Dino mulai mengeluarkan unek-unek nya.
"Papi kira papi doang apa yang sibuk. Papi gak mikir lagi" Kali ini mingyu yang berbicara.
El yang sebenarnya tak tertidur mendengar semua yang di katakan abangnya.
Tanpa el tau, ternyata wonwoo menyadarinya. Wonwoo menyadari bahwa el tidak benar-benar tertidur.
"Harusnya papi tau, kita gak bisa mantau el 24jam gitu aja. Kita juga sibuk" Lagi-lagi mingyu berbicara dengan nada ketus.
'Iya, harusnya el gak ikut sama mami dan papi dari awal. Kalo tau mas dan abang akan terbebani dengan adanya el' batin el yang sedih dengan kata-kata dino dan mingyu.
"Gyu udah, kalo el denger takutnya justru dia salah paham" Wonwoo mulai angkat bicara, ia sadar bahwa el sudah berfikir yang tidak-tidak.
" Udah, mending sekarang kita bubar terus istirahat. Kasin el takutnya ke ganggu" Ucap woozi, lalu setrlah itu beberapa meninggalkan kamar el.
Hanya tersisa wonwoo dan woozi di kamar el. Wonwoo mulai menduduki dirinya di kursi yang menghadap kasur el.
"Gak keluar won? " Tanya woozi di depan pintu.
Wonwoo menggeleng lalu membenarkan kacamatanya yang sedikit turun "enggak, mau jagain el dulu. Udh lama gak sama el"
Woozi hanya mengangguk lalu meninggalkan kamar el.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen // Brothers
FanfictionTau grup seventeen? Bayangin gimana kamu jadi adek perempuan satu-satunya diantara laki-laki yang sukanya bercanda gak masuk akal itu. Kehidupan penuh teka teki yang dirasakan leona di hidupnya bersama para abangnya yang gak ada warasnya.
