.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>
el menunggu di depan pintu kamarnya sekitar 10menit.
setelah itu ia keluar dari kamarnya. turun melalui tangga secara perlahan. el benar-benar berhati-hati saat menuruni tangga. ia mengintip, melihat seisi rumahnya.
el berjalan ke arah ruang kerja junho, ia mengintip dari sela pintu yang tidak tertutup rapat. ia menghitung semua saudaranya.
lengkap
semuanya lengkap. bahkan ada seungkwan yang seharusnya sedang rapat OSIS di sekolahnya.
"JAGOAN KAMU SHI?! " tanya junho dengan nada tinggi.
el sempat tersentak karena terkejut. hoshi berdiri tepat di depan junho, sementara yang lainnya berdiri di samping kiri.
hoshi tak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya.
"KALO DI TANYA ITU DI JAWAB! " sentak junho
"PUNYA MULUT KAN!? "
junho mengambil laptopnya, menghadapkan ke arah hoshi "JELASIN SEKARANG!! KAMU NGEROKOK SHI?! " tanya sang papi
"DAN KAMU NGEROKOK DI HALAMAN BELAKANG RUMAH! KAMU KIRA SAYA TIDAK TAU" hoshi menatap vidio rekaman cctv, dimana terdapat dirinya sedang merokok di sudut halaman belakang rumahnya.
"iya pih, hoshi emang ngelakuin itu" jawabnya dengan suara kecil, tidak, bahkan hampir tidak terdengar sedikit pun
semua saudaranya nampak terkejut dengan pernyataan hoshi, bahkan el yang sedang mengintip di luar.
'bang hoshi.... ngaku? ' batin el
"shi! gak nyangka gua" ucap woozi dengan nada kecewa.
"maaf" hanya satu kata yang keluar dari mulut hoshi.
"SUDAH JADI JAGOAN KAMU SHI?! " tanya junho
"maaf pih" lagi dan lagi. hoshi hanya mampu meminta maaf
plak!
satu tamparan
satu tamparan berhasil mendarat di pipi hoshi.
"Papi tanya!! sudah jadi jagoan kamu!? "
"BERAPA KALI PAPI PERINGATKAN KAMU SHI!"
"Waktu pertama kali, papi masih maklumin shi!! sekarang apa alasannya?! " junho mencoba untuk sabar.
"hoshi, cuman lagi ngerasa berantakan pih" ucapnya
junho membuang nafas kasar "papi udah kasih semua yang kamu butuhin shi, temen cerita? ada saudara kamu" ucap junho
hoshi menggeleng, ia mengangkat kepalanya, menatap junho "semua itu gak ada artinya pih"
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen // Brothers
FanfictionTau grup seventeen? Bayangin gimana kamu jadi adek perempuan satu-satunya diantara laki-laki yang sukanya bercanda gak masuk akal itu. Kehidupan penuh teka teki yang dirasakan leona di hidupnya bersama para abangnya yang gak ada warasnya.
