Bandung telah jatuh dan tentara KNIL di Jawa sudah habis, sekarang hanya sisa Kalimantan yang terdapat 1.000 KNIL di sana.
Tetapi Herman tidak khawatir, pasti saat dia memproklamirkan kemenangan di Bandung, tentara KNIL di luar Jawa pasti akan menyerah.
Herman sampai di Bandung bersama beberapa menteri dan perwira militer ABRI. Selain ingin mengpoklamirkan kemerdekaan mereka, mereka juga ingin menandatangani penyerahan Hindia Belanda dari Belanda.
Herman berjalan menuju gedung pemerintahan Bandung yang sudah rusak akibat perang. Tetapi gedung ini masih berdiri dan akan menjadi tempat dia mengproklamirkan kemerdekaan.
"Saudara-saudaraku seluruh Indonesia, hari ini kami telah mengalahkan Belanda di Jawa dan hanya menunggu sampai Kalimantan terbebas dari Belanda.
Sekarang kami mampu membuktikan kepada dunia bahwa kami adalah bangsa yang besar dan negara yang tidak bisa dianggap remeh. Kami mampu merdeka dan memperjuangkan hak-hak kami dengan keringan kami sendiri.
Sekarang saya dengan bangga menyatakan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari seluruh wilayah Hindia Belanda"ucap Herman menggebu-gebu.
Setelah itu dia membacakan teks proklamasi kepada seluruh dunia, hal ini disambut baik oleh komunitas Internasional dan sudah banyak negara ingin membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Setelah itu Herman pergi masuk kedalam gedung pemerintahan Bandung untuk menandatangani perjanjian penyerahan Hindia Belanda beserta ganti rugi.
"Kita bertemu lagi, Letjen Johanes. Terakhir aku bertemu kita satu kubu"ucap Herman melihat Letjen Johanes yang senderan di lantai bersama tentara KNIL yang menyelamatkannya.
"Terakhir kali kita bertemu aku sangat percaya denganmu! Aku bahkan berpikir kamu adalah kebanggan Belanda kami yang setia!"balas Johanes marah melihat muka Herman.
Dia yang mengangkat Herman menjadi Kolonel dan memberikan tanggung jawab kepadanya dan dia malah menkhianatinya.
"Itu cerita masa lalu dan sekarang ada dokumen yang harus anda tandatangani"jawab Herman menunjuk dokumen di meja.
"Kenapa tidak minta Gubernur Jendral saja! Aku tidak kuat menahan rasa malu ini!"balas Johanes menolak permintaan Herman.
"Sayang sekali Gubernur Jendral sudah mati akibat serangan jantung, sekarang anda adalah yang tersisa yang memiliki wewenang ini"jawab Herman memaksa Johanes untuk menandatangani dokumen itu.
Johanes ingin menolak tetapi tentara ABRI yang kesal karena dia menunda-nunda membuatnya takut.
Akhirnya dia berdiri dan duduk untuk membaca isi dokumen itu. Dia membuka matanya tidak percaya membaca dokumen itu.
"Apakah aku bisa bernegosiasi?"tanya Johanes dengan harap.
"Saya tidak berpikir Anda punya pilihan"balas Herman menolak permintaan Johanes.
Segera Johanes berwajah jelek dan menandatangani dokumen itu secara terpaksa.
Isi dokumen tersebut adalah:
1. Belanda menyerahkan seluruh bekas wilayah Hindia Belanda kepada Indonesia
2. Belanda harus membayar ganti rugi 5 miliar Gulden kepada Indonesia
3. Semua aset Belanda di Indonesia akan disita dan menjadi hak Indonesia
4. Belanda mengakui negara Indonesia
Herman kemudian menandatangani dokumen tersebut dan kemudian menyerahkannya kepada wartawan untuk di foto.
Besoknya koran-koran di Indonesia penuh dengan berita ini dan foto dokumen penyerahan Belanda terpajang dimana-mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indonesia 1932
Historische RomaneSebuah pemberontakan pecah pada tahun 1932 di Hindia Belanda, gerakan ini bertujuan untuk meruntuhkan pengaruh Belanda di Hindia Belanda untuk menuju kemerdekaan negara yang baru. Herman pemimpin pemberontakan Hindia Timur Belanda membuat Belanda p...
