Tentara Marinir telah berada di kapal untuk melakukan operasi pendaratan. Mereka terdiri dari satu brigade Marinir dan akan mendarat di pantai dekat Dili.
"Cepat! Cepat! Kami tidak punya waktu lagi"teriak komandan marinir kepada anak buahnya. Mereka akan melakukan operasi pendaratan pertama dalam sejarah militer Indonesia.
Tentara marinir segera menaiki kapal pendaratan yang berada di disisi kanan dan kiri kapal angkut.
Setelah mereka semua naik ke kapal pendaratan, kapal pendaratan di jatuhkan kelaut.
Wush!
Kapal pendaratan segera menjalankan mesinnya dan dimulailah operasi pendaratan marinir.
Tidak ada pertahanan di pantai yang berarti, hanya terdiri dari beberapa senapan mesin kecil dan unit setingkat pleton saja. Ini adalah rintangan yang mudah bagi marinir.
Kapal mencapai bibir pantai dan pintu kapal terbuka membuat marinir berlarian keluar.
Ta-Ta-Ta-Ta
Senapan mesin musuh menembaki mereka yang baru keluar dari kapal pendaratan. Marinir dengan sigap berlindung di cekungan pantai yang membuat mereka terlindungi dari senapan mesin musuh.
"Pak! Senapan mesin musuh tepat di depan kami! Apa yang harus kami lakukan"tanya tentara marinir kepada komandannya.
Komandan marinir yang melihat situasi ini berpikir dengan keras, senapan mesin musuh menghambat gerak mereka.
"Lemparkan granat untuk pengalihan, saat pasir terlempar ke atas kami akan segera melakukan tembakan balasan!"perintah komandan marinir membuat bawahannya mengangguk mengerti.
Mereka mengeluarkan granat tangan dari samping seragam mereka dan bersiap menunggu aba-aba.
"Sekarang!"
Granat dilemparkan secara masal oleh mereka membuat musuh sedikit ketakutan, tetapi melihat lemparan mereka tidak sampai ketakutan itu hilang.
Boom! Boom! Boom!
Granat itu meledak membuat pasir terangkat ke udara, hal ini membuat pandangan musuh terganggu.
"Maju!!"
Ta-Ta-Ta-Ta
Marinir melakukan serangan balasan dan menembaki mereka dengan IR-33, musuh yang tidak siap dalam jumlah ketakutan dan berlari meninggalkan posisi mereka.
Tetapi sudah terlambat, dari kejauhan mereka melihat pesawat pengebom Indonesia terbang di atas Dili. Tidak lama kemudian ledakan besar terdengar dan mereka terjatuh dengan putus asa.
Kaki mereka gemetar, markas mereka di bom secara brutal oleh Indonesia, moral mereka jatuh ke tanah disusul tembakan dari marinir Indonesia.
"Berhenti! Mereka menyerah! Segera lucuti mereka!"teriak komandan marinir kepada anak buahnya.
Para marinir yang mendengar perintah komandannya segera mendatangi tentara Portugis yang terduduk lesu, mata mereka seperti orang mati yang penuh keputusasaan.
Sedangkan itu dengan divisi lintas udara, pesawat GK-271 yang di modif untuk angkut membawa 2.000 personil lintas udara.
Dengan kekuatan 70 pesawat mereka akan melakukan operasi penerjun payung pertama dalam sejarah Indonesia. Mereka akan membuat sejarah dan tercatat dalam buku anak-anak mereka.
"Bersiap melakukan terjun! Pastikan parasut dan senjata kalian bawa!"teriak komandan penerjun payung.
"Dalam hitunganku! 1, 2, 3! Lompat!"teriak komandan memberi perintah sambil menunjuk pintu pesawat yang terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indonesia 1932
Ficción HistóricaSebuah pemberontakan pecah pada tahun 1932 di Hindia Belanda, gerakan ini bertujuan untuk meruntuhkan pengaruh Belanda di Hindia Belanda untuk menuju kemerdekaan negara yang baru. Herman pemimpin pemberontakan Hindia Timur Belanda membuat Belanda p...
