23. Invasion Kalimantan II

412 38 9
                                        

London, Inggris

"Kenapa Perancis belum menyatakan perang dengan Indonesia! Sekarang kami telah kalah di banyak koloni!"ucap Stanley Baldwin kepada menteri luar negerinya.

Menlu hanya bisa menunduk, dia telah beberapa kali bertanya kepada pemerintah Perancis tetapi jawabannya tidak pasti.

Sepertinya Perancis telah melihat sejak Indonesia menduduki Singapura maka tidak ada harapan bagi mereka menyatakan perang dengan Indonesia.

Tidak hanya Perancis tetapi Spanyol dan Belanda yang berkata akan menyatakan perang tetapi sama saja.

Inggris merasa dikhianati dan marah karena dipaksa berjuang sendiri di Asia Tenggara.

"Mereka berkata bahwa tidak ada gunanya untuk melawan Indonesia di Asia Tenggara, kami tidak siap untuk perang di Timur yang jauh."balas Menlu Inggris kepada Stanley Baldwin.

"Bodoh! Mereka yang sebelumnya bersikeras menyatakan perang lebih dari kita! Dan sekarang mereka dengan gampangnya berkata seperti itu!"jawab Stanley tidak senang mendengar jawaban dari Menlu.

Stanley melirik menteri urusan koloni dan berkata: "Bagaimana dengan bantuan dari India untuk Malaya?"

Menteri urusan koloni dan berdiri dia menunjukkan peta yang terpampang di ruangan itu: Mereka telah tiba di Malaya, total ada 20.000 pasukan dari gelombang pertama, tetapi jika Indonesia melakukan serangan umum maka Malaya tidak dapat bertahan!"

Stanley mengangguk mendengar itu dia jelas tahu kondisi Inggris di koloninya yang jauh.

Harapannya hanya Australia dapat memberi Indonesia pukulan yang tajam sehingga Inggris mampu mengajak Indonesia berdamai tanpa kerugian kehilangan koloni yang banyak.

Tetapi pemikiran ini jelas tidak benar, Indonesia sudah hampir menaklukan New Guinea. Tentu ini belum diketahui Inggris dikarenakan RPKAD masih menelusuri pedalaman hutan.

"Saya pikir kita harus memperhatikan Malaya Timur sebelum mengambil keputusan, jika Malaya Timur jatuh maka kami harus segera berunding dengan Indonesia untuk mengurangi kerugian yang berarti!"ucap menteri urusan koloni.

Menteri-menteri yang lain juga mengangguk setuju, bagi mereka yang telah mengikuti perang dunia ke-1 tidak ingin menciptakan perang yang lebih besar lagi.

Perang dunia sebelumnya masih membekas dan mengakibatkan trauma mendalam bagi mereka.

Inilah alasan kenapa Jerman dapat dengan mudah mencaplok Rhineland, Austria dan Cekoslowakia. Garis akhir mereka hanya Poland, sehingga saat Jerman menyerang Poland kesabaran mereka habis.

"Kami harus terus mendesak Perancis dan negara-negara anti-Indonesia untuk menyatakan perang kepada mereka."ucap Stanley masih bersikukuh dengan pendiriannya.

Sedangkan itu di dekat Kota Belud di Sabah sedang terjadi pertempuran antara ABRI dengan tentara Inggris.

Ini adalah benteng terakhir Inggris di Kalimantan setelah Serawak, Brunei tidak memiliki pasukan yang banyak sehingga telah jatuh.

Setidaknya masih ada 15.000 tentara Inggris di Sabah yang bertempur sekuat tenaga untuk menahan ABRI.

Boom!

"Lapor! Musuh telah memasuki selatan kota! Kami perlu bala bantuan!"ucap komandan batalion Inggris dengan tergesa-gesa.

"Bala bantuan segera datang."

Mendengar itu komandan batalion senang dan berterimakasih sebelum menutup telepon. Hanya saja dia tidak tahu bahwa itu adalah kebohongan yang di buat Inggris agar tentaranya tidak menyerah.

Indonesia 1932Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang