Tae bergegas memacu mobilnya menuju sekolah egi, namun dia terpaksa meminggirkan mobilnya untuk menjawab panggilan seseorang
"Ada apa jen", ucapnya dingin
"Chagiiii.... aku kecapean karena main semalam, mhhh", ucap jeni dengan nada menggoda
"Kalau begitu istirahat saja jen, aku harus buru buru kesekolah egi"
Jeni meroling latanya malas mendengar nama egi disebut oleh tae
"Ahhhh... taee sayaang... ahhh perutku sakit... aahh tolong kesini,
BRUK", suara hp jatuh
Jeni sengaja menjatuhkan hapenya agar tae khawatir
"Jen, jeeen... kau baik baik saja... jeeen", panggil tae khawatir. Tae langsung mematikan hapenya
Akhirnya tae malah memutar mobilnya ke apartemen jeni, dia khawatir jeni kenapa2. Egi sudah lenyap dikepalanya.
Semantara itu jeni sudah bersorak bahagia karena tae akan menemuinya. Jenipun langsung bersiap memasang riahan yang agak pucat, menggunakan kemeja putih over size transparan sepaha, dengan CD dan underware maroon.
Tak lupa beberapa kancing baju dilepas, dan jeni sengaja mengekspos salah satu sisi bahunya.
.
.
.
.
Ting tong ( bunyi bel)
"Taee... kenapa kesini", ucap jeni pura pura lemah..
"Jen, kau baik baik saja. Maaf jika kegiatan semalam malah membuatmu sakit, aku akan lebih menjaga diriku", seketika mood jeni rusak, dia kira tae datang karena peduli, namun nyatanya hanya karena rasa bersalah
"BRUUUK"
Jeni jatuh ke lantai. Tae panik, langsung menggendong jeni ke kamarnya.
Tae manuruh jeni kekasurnya.
"Jen, jen...", ucap tae sambil mengelus pipinya
"Mmm taeeee.... , sakiit", rintih jeni
"Tunggu, aku akan keapotek membelikan obat"
"Jangan tae... "
"Lalu bagaimana jen, nanti tambah parah"
"Sakiit taee.. peluk taeee"
Bak tersihir, taepun merebahkan badannya dan memeluk jeni.
Tangan jeni mengelus2 tubuh tae dan nafsunya mulai memacu.
"Taee.. sakit terkena baju dan jasmu... bukaaa", ucap jeni dengan nada memohon dan lemah
"Tapi jen..."
"Sakiit taee... aku tak tahaan"
Akhirnya tae melepaskan bajunya, sementara jenipun melepaskan kancing bajunya..
"Taeee sakiit.. peluuk"
Taepun berbalik, tae bertumpu dilututnya dengan jeni ditengahnya, kemudian merebahkan dirinya untuk dipeluk oleh jeni...
Sambil menarik tubuh tae, jeni membuka kemejanya sehingga kutit mereka saling bertemu
"Muuchhh muuaaahhh
Muucccchhh"
"Jen... stoop, isitiarah lah sayang"
"Muaah muuaah sluuuup sluuupp", sementara jeni sibuk menghisap leher tae
"Ooh jeeennn.... aahhhh fucckkkk"
Akhirnya bibir mereka bertemu. Jeni menghisab bibir bawah tae. Mereka saling berbalas ciuman, lidah jeni melesat liat dalam rongga mulut tae. Jeni pun menghisap lidah tae sangat liar. Air liur tae sudah menjuntai akibat kegilaan jeni
Tubuh tae sudah rebah diatas kasur, celananya tergeletak tak jauh dari kemeja jeni. Jeni sedang bergerilia diselangkangan tae, dia mengulum dan menghisaaaap kuat milik tae
"Fuckkk jen stoop aahhhhrrggg"
"Ooh shiiit bicthhhh aarggg", tae ngererang saat jeni menghisap kuat milik tae sambil memainkan bola bolanya
"Jen jen aahhh ahhhh fuck no stooop stoop ahhhhh"
"Fucckkkk jenn aaahhhhh cum cuuummmm"
Crooot
Croot
Crrot
Tubuh tae menggelenjang karane pelepasan yang sangat luar biasa. Matanya sayu. Tae sudah kelelahan dan sedang mengatur nafasnya.
Jeni merangkan diatas badan tae. Mengambil milik tae dan memasukan milik tae secara paksan dimilik jeni
"Aahhrrrgggg jeen stoop"
"Ah taeeeee ahhh ahhhh"
Jenipun menaik turunkan tubuhnya cepat sambil meremas2 gundukan miliknya, tampangnya sudah sangat terangsang, membuat tae kembali tegang
" ah ahhhh uuh aaahh tae taeee oohhh aaah ahhh nikmaaatt ah ahhhh uuhh"
"Fuck jeeen fuuuck"
"Ah ahhhh sayang sayang ah ahhhh nikmat taeee... perkosaa aku taee ah ahh nikmaat sayaang"
"Ah ahhhh fukc bitchh pelacuh ah ahh "
"Ah ahhhha hhhh tae taee fuck perkosa aku tae tae ah ahhhhhh ahhhh taeeeeeeeeee ahh ah ahhhhhhh taeee"
Croooot.
Crooot
Jeni jatuh diatas tubuh tae
"Stop jen, aku lelah..."
"Sayang mau main didapun"
"Noo jen... aku lelah, stoop"
Jeni kesal karena penolakan tae, diapun langsung berdiri dari atas tubuh tae. Kemudian duduk disambing tae, dan mulai mengocok kencang milik tae
"Fuckkk jen stooop aahbahhhhh "
"Ayoo sayang main didapur"
"No no jen ah ajhhhj fuck u bicth aah ahhhhh ahhh fucckkkk stooop jennn", teriak tae dengan suara parau.
Jeni tak main main memainkan milik tae
"Arrgggh jen stop fucckk ah ahh cum cummm"
Croot
Croot
Croot
Tae sudah memejamkan matanya karena kelelahan
KAMU SEDANG MEMBACA
Tae-Hyung (kookv)
Teen Fictioncerita seorang duda yang bekerja sebagai karyawan swasta yang cukup mapan, bertemu dengan berandalan yang masih SMA yang sukses memporakporandakan hatinya
