"Jek ayo ke sekolahan egi", suga
"Tumben lo, ntar berantem lagi sama egi", bambam
"Ribut turus njir, hayook"
.
.
.
Sekarang pukul 3, egi berdiri didepan gerbang sendirian sambil menunduk menendang2 angin
"Egiii sayang , kenapa masih disini", sapa JK
Egi langsung mengambur kepelukan JK, tangisannya pecah.... lagi, tae telat menjemputnya atau bahkan tak dijemput lagi.
JK menggendong egi dan menenangkannya, sementara suga dan bambam membeli roti dan cemilan untuk mengganjal perut egi.
Tigapuluh menit berselang, suga dan bambam sudah datang menenteng bento dan beberapa makanan ringan. Kemudian dari arah berlawaan ada mobil yang sangat familiar menghampiri mereka yang masih berdiri di gerbang sekolah. Itu tae.
Tae turun dari mobil dengan menggandeng jeni, jeni merengek tak mau ditinggan, akhirnya dia mengajak jeni menjemput egi.
"Egii... kenapa menangis nak", ucap tae sambil memgelus kepala egi yang sedang ditumpukan ke bahu JK
JK menelisik leher tae dan jeni yang ada berkas merah keunguan. Tentu dia tau itu bekas apa. Suga dan bambampun paham apa yang barubsaja dilakukan oleh tae dan jeni.
Egi mengangkat kepalanya. Dia senang mendengar suara appanya, namun bahagianya luntur karena melihat siapa yang dibawa ayahnya.
"Egi ayo kita pulang", tae
Egi hanya menggeleng dan kembali bersandar pada JK
"Sayang, pulang ya... itu appamu sudah menjemput", ucap JK sambil menurunkan egi
"Egii ayoo pulang", ucap jeni yang langsung menghampiri egi dan sedikit menarik tangannya
"Hey ajumma, bisa pelan sedikit tidak. Kalau kau masi mau ngewe dengan bapaknya egi, kau pergisaja. Biar kami yang jaga egi... jadi tak ada yang ganggu acara ngewe kalian"
"Jaga mulutmu", bentak tae
"Kenapa? Kau tak suka ucapan ku ajushi?? Atau kau kesal acara ngewemu terganggu karena harus menjempt egi"
BRUUK...
BRUUK...
BRUUUK....
BRUUUK...
tae sudah tersungkur ke tanah.. sudut bibir dan hidungnya berdarah, sementara wajah suka mendapat satu memar.
Tae terdiri dan menarik paksa egi
"Pulaaaang, kau tak boleh bertemu berandalan seperti mereka lagi"
Tae menarik dan sedikit mendorong egi kemobil. Egi hanya diam saja. Dia tak mau menangis. Dia tak akan lemah. Yaa itulah ajaran suga padanya.. tidak perlu menunjukan rasa takut walaupun kita sedang ketakutan.
.
.
.
Sesampainya di rumah, tae menyeret egi ke kamarnya...
"Hiksss appaaaa satiiiit hikss apaaaaa"
"Diam kau, kau jadi bandel sejak bertemu mereka",
Egi jadi diam, dia tidak pernah diajari nakal oleh rabhinya... mmh mungkin pernah, namun Jk selalu mengajarinya untuk mendengarkan appanya
Tae berdiri dan membuka ikat pingganya.
PLAK
PLAK
PLAK
Betis egi dibeset dengan ikat pinggang
"Ku peringatkan kau egii.. kau tidak boleh bertemu mereka lagi, PaAHAM KAU"
BRAAK
Pintu kamar egi dikunci, dan tae dengan penuh kemarahan turun kelantai satu. Bergabung dengan jeni disana
Tae duduk sambil menyenderkan tubuhnya disofa dan memejamkan matanya.
Terasa dada tae dielus sensual oelh tangan jeni.
"Sabar sayang... kamu sudah benar, egi perlu didisiplinkan agar tidak jadi anak bandel", ucap jeni lembut sambil mengelus dada tae.
Tae menggenggam tangan jeni, membuka matanya dan menyambar bibir jeni
Muah muah muah muaach
Ah ah ahh
Satu ruangan dipenuhi suara ciuman basahnya.
"Aah ahhh taeeeeee ah ahhhh pelan hikss hiksss ah ahhhhhhh yes yesss daddyy aah ahhhhh"
."fuck jen bict kau pelacur, ah ahhhh pelacur murahan"
"Ooh yes yesss aku pelacurmu taaaee ahhhhhh oouuhh uuh uuhh yessss yessss"
"Fuckkkk bitchhhh argghhh"
"Aah ahhh cum cuuuum taeeeeeee/jenn"
Crooot
Croot...
Jeni menarik tae ke dapur,dam melakukan doggy style
"Aah ahhh fucck taeee terlalu dalaaam aha jh ahhhh ammm aahhh"
"Fuck fuckkk jeeeen", tae menggenjot jeni seperti orang kesetanan untuk menyalurkan emosinya
"Ah ahhh ahhhh tae taeee aah ahhhhhh ooh ohhhhhh"
"Argg arrg ahh ahh jen jen jennnnn"
"Ah ahhhhh ahhhhh ooh oohh uuh uhhh"
"Cum cum cummmm ah ahhhhhhh taeeeee"
Croot
Croot
.
.
.
Jeni menciumi bibir tae, dan tae membalasnya,tangan jeni sibuk meremas remas bongkahan pantat tae dan sukses membuat tae mengerang dalam ciumannya.
Mereka saling bertatap, jeni merebahkan badan tae kembali diatas karpet, kemudian lari ke kulkas mengambil sebuah terong dan timun yang ukurannya hampir 30 cm dan diametr luamayan besar.
"Jen apa yang aaahhhhh fuckkk aahhh"
"Tae, aku sangat suka dengan ekspresimu sekarang sayang,, biar aku menikmatknya"
"Aah ahhh fuck jen sakiit ah ahhhhh ahh ooh oohh jeeeen ahh", jeni memasukan timun ke hole tae dan mengocokny kencang
"Ah ahhhhh ooh yees yeeeesss ah ahh fasteer aah jeeeeeen jeeeen oohhh",
"Yes baby im hereee muaaah"
" aah ahhh jen jeeee3n ah ahhhh stooop aah ahhh cum xummm aaahhhh"
Crrot
Croot
"Aaaaaakk sakiiit bang ah saaaat aahh ahhhh ooh jeeeen", jeni menambahkan terong di hole tae yang sudah ada timunnya dan mengocoknya kencang
"Qh ahhhhh ahh jen jen aaah fuccck ah ahhhh noooooo nooo sak sakiit ah ahhhhhhh jeeeen aaaaaa ahhh pelaan ah ahhh sayang ah ahhhhhhhhhhhhhh"
Tae mendongankan kepalanya karena rasa nikmat dan sakit yang luar biasaa
.
.
Sekarang sudah pukul 12 malam..
.
.
Mereka membersihakn diri, jeni membawa tae ke apartmennya, dan tae hanya menurut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tae-Hyung (kookv)
Teen Fictioncerita seorang duda yang bekerja sebagai karyawan swasta yang cukup mapan, bertemu dengan berandalan yang masih SMA yang sukses memporakporandakan hatinya
