10. it's actually Karina or Giselle?

1.2K 138 3
                                        

3 dari 5.1k cerita - Ghost. Slay! 👑
1k+ readers ❤

Sesuai janji yah aku bakal up 3 chapter sekaligus, tapi waktunya bakal beda beda yaa

Btw makasih guys ❤ tapi vote nya kencengin :( please

Yok bisa yok hari ini udah 180 vote+

Btw kalian ship winrina karena apa?

Back to the story,

– Astara >3

______________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______________________________________

"Gue harap lo mati, bocah sialan." Ucap Ning Ning setelah seluruh keluarga Winter pergi dari ruangan, hanya ada Ning Ning di situ.

Senyum terurai dari wajah Ning Ning, ia mengelus kepala Winter sambil tertawa lalu menatap alat besar di samping Winter.

"Kalo elo mati, hidup ayah akan lebih baik, Winter." Ucap Ning Ning sambil tetap menatap alat besar di samping Winter.

"Karena lo sayang sama ayah lo, gue harap lo peka, jadi matinya mandiri." Celetuk Ning Ning.

"Jangan sampe tangan gue ikut campur sama urusan ini." Ucap Ning Ning lalu ia keluar ruangan dengan perasaan bahagia mengetahui adik kandungnya sedang sekarat.

Ning Ning menutup pintu dengan sangat keras, membuat tubuh Winter bergetar karena kasurnya bergerak.

Winter menatap diri nya sendiri dengan mata yang berkaca kaca, ia masih bingung mengapa kakak kandungnya sangat membenci Winter, sangat benci.

Ia berjalan menuju kasur yang di tempatkan di tengah ruangan dengan tubuh dirinya sendiri di atasnya, menatapnya dengan sinis sebelum mulai menangis.

"Aku harap kamu mati, Winter." Ucap Winter.

"Dunia terlalu jahat, kau selalu di kelilingi oleh orang orang jahat."

Lalu Winter mengelus kepala tubuhnya sendiri dengan air mata yang berjatuhan, ia menoleh ke belakang dan di bikin kaget oleh seseorang.

"Lo emang pantes mati sih."

Ternyata itu Giselle, menggunakan tubuh dirinya sendiri, jadi tidak terlalu mengerikan untuk di lihat.

"Kamu siapa sih? Kamu yang kemaren ada di jalanan?" Celetuk Winter dengan mata berkaca kaca.

"Yes, it's me bitch. Semoga lo beneran mati deh. Sadar ga si, keluarga lo itu ga ada yang sayang sama lo?" Ucap Giselle sambil tersenyum.

"Dih?" Ucap Winter dan matanya stop berkaca kaca. "Kak Karina sayang sama aku." Ucap Winter.

Giselle memutar mola matanya lalu tertawa terbahak bahak mendengan ucapan Winter. Keluarga? Apakah Winter tidak tau bahwa Karina sering mencoba mencelakai dirinya?

"Ujung ujungnya, lo bakal mati di tangan dia, inget kata kata gue." Ucap Giselle lalu menghilang entah kemana, Winter sendiri menatap geran Giselle.

Setelah ia bertemu dengan Karina beberapa hari yang lalu, Karina tidak pernah menunjukan diri lagi ke Winter akhir akhir ini. Winter tidak mengerti, harusnya Karina tau bahwa Winter kesepian menjadi hantu sementara.

Perlahan, Winter mulai mengingat kembali kejadian, kejadian saat detik detik ia di tabrak truk hingga koma. Tidak mungkin hanya Winter yang menjadi korbannya, pasti ada seseorang, karena Winter tidak bisa menyetir, siapa ya?

Winter mencoba mengingat lagi, berputar ke seluruh ruangan dan akhirnya ada satu nama terpikirkan oleh kepalanya.

Jake. Itu Jake.

"KAK JAKE!" Ucap Winter yang baru sadar lalu matanya mulai berkaca kaca lagi. Kemungkinan Jake masih di rumah sakit ini, namun dimana?

Winter berlarian ke seluruh rumah sakit, menaiki lift walau pun Winter tau ia bisa terbang dan menembus, namun ia masih beradaptasi.

Ia masih menganggap bahwa dirinya manusia.

Winter hampir menangis karena dalam satu jam, ia tidak bertemu hantu yang mirip seperti Jake, maupun tubuh yang seperti Jake.

Hanya hantu hantu lain, untung Winter sudah biasa walaupun Winter sedikit ngeri.

Saat Winter pergi menyusuri kamar mayat berharap tidak menemukan Jake, ia melihat ada suatu ruangan yang rame dengan tangisan.

Ia melihat wajah wajah tidak asing, seperti Jay, kakak kelas dirinya yang sedang menangis, juga Heeseung, kakak kelas Winter yang sedang memeluk suatu jasad.

Winter masuk ke dalam ruangan dengan keadaan menembus, mencoba melihat sang jasad,

Namun ia terkejut dan tidak bisa berhenti menangis, Jake di sana dengan wajah hancur, penuh dengan luka dan leher yang hampir terbelah.

Bukan hanya Jake yang membuat Winter terkejut, ia lebih terkejut lagi ketika ia melihat seseorang di rooftop kamar jasad itu,

Yang mirip Karina dan Giselle.

______________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______________________________________

Hei, this is Astara.

Udah aku bilang Karina itu jahat, bukan Giselle doang :>

Kira kira yang mau di bikin mati siapa ya? Kalian team Winter atau Alya yang di bikin mati?

Spoiler : Alya bakal banyak muncul di chapter selanjutnya

Btw 600+ words, ga senam 🤖 aku juga nulisnya cepet cepet karena ada tugas woi! Kelupaan hehe

Jangan bosen ya,

– Astara >3

❤❤❤

Chill Kill - WinrinaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang