Bagian 15

45 24 5
                                        

Ketemu lagi sama aku

Enjoy gk kalian baca cerita ini?

Ceritain semua yang kalian rasakan saat baca cerita ini di sini yaa👉

Happy reading!!

***

Bel pulang sekolah telah berbunyi, tanda semua siswa dan siswi SMA Mahardika boleh pulang ke rumah masing-masing.

Hari ini Senja menggunakan sepedanya kembali, karena ia tak ingin terus menerus numpang di kendaraan milik sahabatnya. Memang, Azura tak mempermasalahkan hal itu ia justru malah senang, namun, berbeda dari pandangan orang lain.

"Hati-hati ya, gue gak bisa ngikutin Lo dari belakang karena ada sesuatu titipan mami yang harus gue beli," ucap Azura kala mereka berdua tengah berjalan menuju parkiran.

"Iya Ra, lagian emang gue anak kecil apa harus dibuntutin ibunya dari belakang," canda Senja, hal itu membuat Azura terkekeh menanggapinya.

"Kali aja, ada yang mau gangguin Lo," jawab Azura.

"Gak, udah sana buru dibeli pesanan mama, gue bisa sendiri kok, aman." Senja berusaha meyakinkan Azura bahwa ia akan baik-baik saja tanpa Azura dan untung saja Azura percaya kepada Senja.

Lalu ia pun mengambil motornya terlebih dahulu. "Hati-hati bawa sepedanya," pesan Azura sebelum menjalankan motornya keluar dari pekarangan sekolah.

"Iya Ra, gue bukan anak kecil," jawab Senja dengan gemas dan menguyel-uyel pipi chubby milik sahabatnya itu.

"Kali aja, yaudah gue duluan, see you." Setelah berucap seperti itu Azura melajukan motornya menuju tempat dimana ia harus mengambil pesanan maminya.

"see you again."

Setelah Azura keluar dari pekarangan sekolah, kali ini Senja juga ingin mengambil sepedanya yang ternyata diparkirkan di tempat yang paling pojok, hingga ia harus menunggu kendaraan-kendaraan lain dikeluarkan terlebih dahulu.

Tiba juga waktu di mana ia bisa mengambil Sepedanya yang terletak di pojok tadi. Namun, belum saja ia melangkahkan kakinya terdengar suara seperti menyindir seseorang dari arah belakangnya.

"Aduh, di sini kok ada cewe matre sih...," Sindir cewek tersebut dengan nada yang dibuat-buat. Senja yang tak ingin negatif thinking ingin melangkahkan kakinya kembali.

"Lo itu budeg apa gimana sih, Senja," gerutu Sani dari arah belakang dan ketika Senja mendengar namanya dipanggil ia segera menolehkan kepalanya beserta badannya ke belakang.

"Gue," tanya Senja serasa menunjuk dirinya.

"Iya, selain budeg ternyata lo juga bodoh ya," tuduh Sindi pada Senja dan hal itu membuat senja ingin membela dirinya namun, tak jadi karena ia tak sepemberani itu untuk melawan.

"Heh, senja, lo itu harusnya ngaca, gak ada kaca ya di rumah? orang sesempurna Afgar itu gk pantes buat lo dapetin," ketus Sani seraya menunjuk diri Senja.

"Iya, hidup lo itu cuma pembawa sial tahu gak," tuding Sinta semakin menusuk hati Senja.

"Udah gak tau diri, pembawa sial, terus Lo mau nambah rekor apa lagi dalam kehidupan lo?" Cecar Sindi lagi.

Senja adalah anak yang cengeng ia tak bisa menahan semua hinaan ini dalam waktu bersamaan, cukup. Ia ingin melawan mereka tapi kasta selalu yang terdepan di dunia ini. Ia yang berada dalam kalangan bawah sangat takut untuk bertindak. Sampai terdengar suara dari arah dalam sekolah.

Jiwa yang lelah Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang