5.30 AM.
Di hari yang mulai pagi, Sunghoon bangun dengan kondisi tubuh yang lumayan bagus.
"Yess hari ini bisa masuk sekolah."
Sunghoon pun langsung mengambil handuk lalu beranjak kearah kamar mandi lalu akan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Pagi pagi sekali pun Jake sudah mulai memasak untuk membuat sarapan, tentunya dengan Heeseung yang membantunya.
Saat sudah siap dengan seragam sekolahnya, Sunghoon pun langsung menuju ke dapur lalu duduk di kursi meja makan menunggu sarapannya datang.
"Ayah, papa, hoonie udah sembuh udah bisa masuk sekolah," ucap Sunghoon.
Heeseung pun ikut duduk, lalu mengelus pucuk kepala Sunghoon. "Beneran udah bisa masuk sekolah?"
Sunghoon mengangguk. "Bisa, hoonie kan kuat, ini juga udah sembuh."
"Yaudah kalau gitu, tapi kalau emang masih ngerasa sakit bilang ya sama guru nya nanti di sekolah yaa," ucap Heeseung.
"Okee siap ayah."
"Kalau gitu ayo sarapan dulu yaa." Jake datang meletakan sarapan yang sudah ia buat lalu ia pun ikut duduk.
"Huum selamat sarapan hehe."
.
.
Sunghoon pun turun dari mobil lalu menghampiri sang ayah yang juga sudah turun dari mobil. Sunghoon berpamitan sebelum ia masuk ke gedung sekolah.
"Hoonie sekolah dulu yaa ayah, inget nanti janjinya," ucap Sunghoon.
Heeseung sedikit menghela nafas. "Hoonie, ayah ga bisa janji dulu ya sama kamu, takutnya ayah ga bisa antar kamu nanti."
Sunghoon yang mendengar itu langsung cemberut. "Tapi ayah kan udah janji kalau hoonie sembuh bakal dianter beli mobil mobilan."
"Iya nak, liat dulu nanti gimana yaa pokoknya ayah ga bisa janji dulu. Kamu sekolah yang bener ya, ayah berangkat dulu." Heeseung langsung masuk ke dalam mobilnya meninggal Sunghoon yang seketika hilang semangat.
"Ish ayah ngeselin."
Sunghoon pun langsung beranjak masuk ke dalam gedung sekolah. Untung saja saat ia masuk, ia menemukan Ni-ki yang juga baru saja masuk ke dalam gedung sekolah.
"Ni-kiiii! Hoonie udah masuk sekolah." Sunghoon pun menghampiri Ni-ki.
"Haii hoonie, sepi banget kalau kamu ga masuk sekolah hoon," ucap Ni-ki.
Sunghoon terkekeh. "Haha mana ada kan temen kamu banyak ki."
"Ya tetep aja hoon. Udah lah ayo masuk kelas."
.
.
Sunghoon pun sudah pulang ke rumah, tentu di jemput oleh sang papa karena ayahnya sedang sibuk. Ia murung, tanpa mengatakan apapun kepada sang papa ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Astaga anak itu." Jake menggeleng lalu sedikit menghela nafas.
Jake menuju ke kamar Sunghoon, ia mengetuk pintu tersebut berharap sang anak membuka pintu kamarnya.
"Hoonie sayang, jangan nguci diri di kamar lagi dong," ucap Jake dari luar kamar Sunghoon.
Tak lama, pintu itu terbuka memperlihatkan Sunghoon dengan wajah sedihnya. Ia pun langsung memeluk tubuh sang papa.
"Huaa papa, ayah bohong. kata ayah kan kalau hoonie udah sembuh bakal dianter beli mobil mobilan," adu Sunghoon.
Jake mengelus punggung Sunghoon untuk menenangkannya. "Hoonie jangan sedih ya, kan ayah lagi sibuk. Ayah juga kalau ga sibuk pasti bakal nurutin apapun yang hoonie mau."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayang Hoonie
Fan-Fiction. Cerita tentang keluarga kecil Lee Heeseung yang berisi dengan canda tawa. Keluarga kecil yang sangat harmonis dan penuh dengan kehangatan di dalamnya. "Sayang hoonie banyak banyak." "Hoonie juga sayang ayah sama papa banyak banyak." [heejake x sun...
