10: Kangen (HEEJAKE)

1.1K 58 0
                                        

Jay sekarang sedang bersiap untuk mengantarkan Jungwon ke sekolah. sebenarnya tadi Jay dan Sunoo sempat ribut karena Sunoo selalu memaksa ingin tetap sekolah padahal dia masih sakit jadi Jay melarang Sunoo.

"Kak ayo berangkat." Jungwon sudah siap untuk berangkat sekolah itu langsung menghampiri kakaknya.

"KAKAKK SUNOO MAU MASUK SEKOLAH!" Teriak Sunoo dari dalam kamarnya.

"GAK USAH SUNOO!" Balas Jay yang sudah lelah berdebat dengan Sunoo.

"AH KAKAK NGESELIN!" Teriak Sunoo lagi yang sangat kesal dengan kakaknya.

Jay tida menghiraukan Sunoo dan langsung mengajak Jungwon berangkat ke sekolah agar tidak telat dan Jay bisa segera mengurus Sunoo nanti.

.
.

Jake mengantarkan Heeseung dan Sunghoon sampai di depan rumah karena Sunghoon akan pergi ke sekolah, dan Heeseung akan pergi ke kantor.

Jake mengelus rambut Sunghoon. "Hoonie yang rajin sekolahnya, semangat semangat oke," ucap Jake.

"Okee siap papa." Sunghoon tersenyum pada Jake.

"Kakak ga disemangatin?" Tanya Heeseung pada Jake yang menyadari bahwa pagi ini Jake sedikit acuh padanya.

"Ga," jawab Jake singkat.

Heeseung baru saja ingin bertanya pada Jake tapi sebuah klakson mobil membatalkan niatnya.

"Ngapain Jay?" Tanya Heeseung yang melihat Jay turun dari mobilnya.

"Biasa jemput Hoonie," ucap Jay lalu menyuruh Sunghoon untuk mendekat.

Sunghoon menatap sang ayah dengan tatapan yang seolah meminta izin apakah ia boleh ikut bersama Jay.

"Boleh Hoonie, hari ini berangkat nya sama om Jay dulu yaa nanti kalo udah pulang ayah yang jemput," ucap Heeseung yang memberikan izin pada Sunghoon untuk berangkat bersama Jay.

Sebenarnya Jay tidak terima dipanggil om tapi tidak apa apa yang penting dia bisa sama Sunghoon.

"Nah gitu dong bang, yaudah gua berangkat dulu ya." Jay langsung menggandeng tangan Sunghoon untuk menuju masuk ke mobilnya lalu segera berangkat ke sekolah.

Hal itu berhasil membuat Sunghoon sedikit salah tingkah, dia tidak tau apakah itu disengaja atau hanya refleks yang tidak disengaja.

Jake melambaikan tangan pada mobil Jay yang sudah menjauh. Jake yang merasa ditatap oleh Heeseung pun mengalihkan pandangannya untuk menatap Heeseung.

"Kenapa dek?" Tanya Heeseung yang direspon sebuah gelengan kepala oleh Jake.

"Kenapa?" Tanya Heeseung lagi.

"Gapapa," jawab Jake.

Heeseung yang merasa tidak puas dengan jawaban Jake pun kembali menanyakan hal yang sama pada Jake berkali kali sampai sampai Jake dibuat kesal dengan pertanyaan tersebut.

"Kakak kalo nanya lagi aku bacok yaa?" Ancam Jake yang merasa sangat kesal pada Heeseung.

"Astaga dek jangan dong, lagian kenapa dek? Ada apa?" Tanya Heeseung lagi.

"Kakak ngeselin," jawab Jake dengan singkat padat dan jelas.

Heeseung yang merasa tidak berbuat apa apa pun merasa bingung, apa mungkin karena dia yang terus bertanya.

"Iyaa dek maaf maaf, eh biar ga telat kakak berangkat kerja dulu ya." Heeseung mengelus lembut rambut Jake. "Baik baik di rumah ya," sambung Heeseung sebelum beranjak pergi.

Jake mendengus kesal. "Ga peka banget sih," teriak Jake. Jake memilih untuk masuk ke dalam rumah dengan menghentakkan kakinya lalu menutup pintu itu dengan keras.

Sayang HoonieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang