28: Ayah bohong.

638 63 3
                                        

Di Siang hari ini Sunghoon sedang asik membantu sang papa membersihkan rumah. Karena mulai hari ini Sunghoon sudah libur sekolah, jadi dia punya banyak waktu di rumah bersama sang papa.

Saat ini Sunghoon sedang membereskan kamarnya yang agak berantakan, tentunya dengan bantuan Jake. Karena barangnya sudah rapi, Sunghoon pun menyapu kamarnya sesuai perintah sang papa. Ia menyapu dari sudut ke sudut, dengan perasaan gembira karena kamarnya sudah bersih dan rapi.

Setelah selesai menyapu, Sunghoon berjalan kearah meja belajarnya, dimana mobil mobilnya terparkir.

"Hehe jadi bersih semua, nanti aku pindahin lagi, diem yang anteng." Sunghoon pun beranjak keluar dari kamarnya, membawa sapunya dan langsung menghampiri Jake sedang memasak di dapur.

"Papa, Hoonie udah selesai bersihkan kamar," ucap Sunghoon.

Jake yang memang sudah selesai dengan pekerjaannya pun langsung menghampiri sang anak, ia mengusak rambut anaknya. "Pinter Hoonie," ujar Jake.

Sunghoon tersenyum. "Memang pinter Hoonie," ujarnya dengan senyum manis yang masih terpatri di bibirnya.

"Kalau begitu kita makan siang dulu, ayoo, papa sudah masak ayam kecap kesukaan Hoonie," ucap Jake pada sang anak dan dapat anggukan antusias dari anaknya.

"Kamu taruh dulu sapunya, terus cuci tangannya, okee Hoonie?" titah Jake pada sungguh sebelum mengajak anaknya makan.

Sunghoon pun mengangguk. "Okeeii boss." Sunghoon dengan sigap melaksanakan apa yang diperintahkan sang papa. Ia menaruh sapu yang ia bawa, lalu Sunghoon langsung mencuci tangannya.

Sunghoon menghampiri sang papa, lalu menunjukkan tangannya yang suka bersih. "Hoonie sudah cuci tangan, papa."

Jake mengangguk lalu memerintahkan sang anak untuk duduk dan ia akan menyajikan makanannya. Setelah menyajikan makanannya, Jake pun ikut duduk di sebelah sang anak. Jake tersenyum saat melihat binar di mata anaknya, saat sang anak melihat makanan kesukaannya.

"Makan yang banyak yaa, Hoonie, biar cepet gede," ucap Jake.

Sunghoon mengangguk lalu langsung menyantap makanannya. "Enakk bangett masakan papa."

Jake terkekeh pelan. "Iyaa dong, Terimakasih yaa, sayang."

Jake sedikit tersenyum pahit, hari ini harusnya mereka bisa makan siang bersama Heeseung. Tapi begitulah Heeseung selalu saja sibuk, sampai Jake merasa sangat kosong karena Heeseung selalu sibuk. Apalagi dengan jadwal-jadwal mendadaknya. Kadang Jake merasa sedih, tapi sebisa mungkin ia sembunyikan, agar sang anak tidak merasakan kesedihannya.

Jake sedikit menghela nafas, sebelum mulai memakan makanannya. Sesekali ia melirik kearah sang anak yang masih lahap memakan makanannya, hal itu membuat perasaan Jake menjadi lebih baik. Ia rasa Sunghoon adalah segalanya, anaknya yang manis dan tampan selalu bisa membuatnya menjadi lebih baik.

Kegiatan makan siang mereka pun selesai, Jake sekarang sedang membereskan alat makan dan dapurnya. Setelah semua selesai, ia akan menemani sang anak, setidaknya Sunghoon tidak akan merasa kesepian dan rewel karena rindu sang ayah yang berjanji akan menemaninya hari ini.

.
.

Hari sudah semakin sore, Heeseung belum kunjung pulang, padahal ia mengatakan akan kembali secepatnya.

Jake menghela nafas saat melihat anaknya mulai murung. Ia pun mendekati sang anak untuk menghiburnya."

"Hoonie, mau makan apa nanti malam? papa masakin yang enak buat Hoonie," ucap Jake berusaha membuat anaknya tidak murung.

Sunghoon menggeleng. "Gak pengen apa-apa," jawab Sunghoon seadanya.

Jake tersenyum pahit mendengar jawaban dari sang anak, tapi tak membuatnya menyerah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sayang HoonieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang