Pagi pagi sekali Heeseung udah bangun untuk membeli sarapan untuk dirinya dan sang anak. Ya karena Jake tidak ada di rumah, karena biasanya Jake yang membuat sarapan. Jadi sekarang Heeseung lah yang harus menyiapkan sarapan.
Heeseung menuju ke kamar sang anak, ini baru pukul 6.00 AM jadi masih ada wakt untuk sang anak sarapan dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ia pun membuka pintu kamar sang anak yang ternyata tidak terkunci, dapet Heeseung lihat bahwa Sunghoon masih tertidur dengan selimut yang menggulung tubuhnya.
"Nak, bangunn."
Heeseung berusahalah membangunkan sang anak tapi Sunghoon tidak kunjung bangun, merasa tak terusik Sunghoon masih tertidur dengan leap.
"Nak bangun, hari ini sekolah," panggil Heeseung yang masih berusaha untuk membangunkan sang anak.
Sunghoon mulai membuka matanya perlahan, menatap sang ayah dengan mata yang masih setengah tertutup.
"Kangen papa," lirih Sunghoon.
Heeseung memperhatikan wajah Sunghoon yang tampak pucat, ia pun segera meraih kening sang anak dan benar tubuh Sunghoon sangat panas. Itu membuat Heeseung terkejut, karena kemarin sang anak masih sehat dan sangat ceria.
"Hoonie, kamu demam," ucap Heeseung sedikit panik.
"Yaudah kamu tunggu disini ya, hari ini gak usah masuk sekolah dulu. Tunggu ya ayah mau ambil air hangat sama handuk buat kompres kamu."
Heeseung pun langsung berangkat keluar dari kamar Sunghoon.
Sunghoon yang merasa pusing itu sedikit meringis sebab kepalanya benar bener pusing dan sakit untuk duduk saja rasanya tidak sanggup, apa lagi dengan batuk dan pilek yang menyerangnya, itu sangat menyiksa bagi Sunghoon.
Heeseung pun kembali masuk ke dalam kamar Sunghoon. Ia pun langsung mengompres sang anak, ia juga menyuapi anaknya makan lalu memberikannya obat untuk diminum. Setelah itu Heeseung menyuruh sang anak untuk tidur dan ia akan meminta izin pada guru di sekolah Sunghoon bahwa sang anak tidak dapat masuk sekolah hari ini.
Seharusnya pagi ini Heeseung pergi ke kantor, tapi terpaksa ia harus diam di rumah karena tidak mungkin ia meninggalkan sang anak yang sedang sakit di rumah sendiri.
Jujur saja Heeseung juga merindukan Jake, sudah 2 hari mereka tidak bertemu. Ia pun mengambil handphonenya lalu mencari nomor Jake, Heeseung langsung memulai panggilan video.
"Halo sayang."
"Haii kak, ada apa? Kangen sama aku yaa."
Heeseung terkekeh. Akhirnya ia melihat wajah cantik Jake walaupun lewat layar handphone.
"Iyaa nih kangen kamu."
"Maaf ya, aku baru bisa pulang besok. Tapi kalau hari ini udah selesai dan ga capek aku pulang deh."
"Kalau emang ga bisa pulang sekarang besok aja dek, kamu istirahat aja dulu di sana," ucap Heeseung.
"Gak tau deh kak, liat aja nanti. Soalnya aku kangen kakak sama hoonie juga."
Oh, Heeseung baru ingat ia ingin memberitahu kepada Jake bahwa sang anak sekarang sedang sakit.
"Oh ya dek, hoonie.. emm hoonie sakit. Demamnya tinggi."
Mendengar ucapan dari Heeseung, Jake benar benar kaget.
"Astaga kak, kok bisa? Terus sekarang dimana hoonie?"
Bisa Heeseung liat raut wajah khawatir Jake di sebrang sana.
"Udah dek, gapapa. Tadi udah kakak kompres sama kasih obat."
"Haa.. bagus deh kalau gituu. Keknya aku bakal pulang hari ini, aku khawatir."
"Gapapa dek, kamu yang tenang ya. Mau kakak jemput?" Tanya Heeseung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayang Hoonie
Hayran Kurgu. Cerita tentang keluarga kecil Lee Heeseung yang berisi dengan canda tawa. Keluarga kecil yang sangat harmonis dan penuh dengan kehangatan di dalamnya. "Sayang hoonie banyak banyak." "Hoonie juga sayang ayah sama papa banyak banyak." [heejake x sun...
