Seminggu setelah pembukaan apotek, Kayla dan Cahyo mendapat undangan ke Singapore. Ini adalah undangan untuk acara makan malam dan penghargaan yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat Cahyo bekerja. Awalnya, Kayla ragu untuk pergi, mengingat tugas-tugasnya di apotek yang masih baru. Namun, setelah didesak oleh Cahyo dan dengan bantuan teman-temannya di apotek, Kayla akhirnya setuju untuk pergi.
Mereka tiba di Singapore pada sore hari dan menginap di sebuah hotel mewah. Suasana hotel sangat mewah dan elegan, dengan dekorasi yang indah dan layanan yang sangat baik. Kayla merasa sedikit kewalahan oleh kemewahan ini, karena dia lebih terbiasa dengan kehidupan yang sederhana.
Acara makan malam dan penghargaan diadakan di salah satu restoran terkenal di Singapore. Cahyo mengenalkan Kayla kepada berbagai kolega dan rekan bisnisnya. Di sana, mereka berkali-kali mengatakan bahwa Cahyo adalah pria yang beruntung karena mendapatkan Kayla sebagai istri. Kayla tersenyum dan mengucapkan terima kasih, tetapi di dalam hatinya, ada perasaan campur aduk.
Saat Kayla pergi ke toilet, dia tidak sengaja mendengar percakapan di belakangnya antara dua wanita yang sedang berbisik dengan nada suara yang rendah.
Wanita bergaun ungu dengan nada merendahkan, "kau tahu, perempuan disamping Cahyo? Kayla bukan? Siapa yang mengira Cahyo bisa mendapatkan perempuan seperti itu?"
Wanita lainnya mengangguk, "iya, benar sekali. Dia benar-benar beruntung."
Wanita bergaun ungu dengan nada menggoda, "tapi kamu dengar kabar terbaru? Katanya anak pemilik pabrik kompetitor akan membantu karier Cahyo. Itu sebabnya dia membawanya ke sini."
Wanita lainnya terkejut, "serius? Aku tidak tahu itu. Tapi kalau begitu, itu bukan keberuntungan. Itu lebih seperti memanfaatkan hubungan."
Wanita bergaun ungu melanjutkan, "mungkin Cahyo lebih cerdas daripada yang kita kira. Dia tahu bagaimana menjalani kehidupan, bukan?"
Wanita lainnya mengernyitkan dahi, "tapi aku mendengar ada seorang sekretaris dulu yang sampai mengundurkan diri karena patah hati oleh Cahyo. Sepertinya dia tidak begitu cerdas dalam urusan cinta."
Wanita bergaun ungu menggeleng, "Well, mungkin dia hanya tidak cocok untuk hubungan jangka panjang. Tapi dengan Kayla, sepertinya dia menemukan apa yang dia cari."
Wanita lainnya sambil tertawa, "ya, kita akan lihat berapa lama mereka akan bertahan. Hidup itu penuh dengan kejutan, bukan?"
Semua bisikan itu membuat Kayla merasa tidak enak hati dan moodnya menjadi buruk. Ketika dia kembali ke meja, dia meminta Cahyo untuk pulang. Cahyo agak marah karena Kayla merengek, dan ini cukup mengejutkannya.
"Kenapa kamu ingin pulang begitu cepat, Sayang?" tanya Cahyo dengan nada yang agak tajam.
Kayla merasa sedikit kaget oleh amarah Cahyo, tetapi dia mencoba menjelaskan perasaannya. "Aku tidak merasa nyaman di sini, Cahyo. Aku mendengar apa yang mereka katakan tentang kita, dan rasanya seperti aku hanya di sini sebagai hiasan. Aku ingin pulang."
Cahyo tampak kesal dan frustrasi. "Kamu tidak bisa pulang sekarang, Kayla. Ini adalah acara penting, dan aku ingin kamu bersamaku."
Kayla merasa kecewa dan kesal. Dia merasa Cahyo tidak memahaminya dan terlalu fokus pada karirnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Kayla berdiri dan pergi dari meja mereka.
Dia berjalan keliling hotel, merasa kesepian dan bingung. Dia merasa ragu pada hubungannya dengan Cahyo dan mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar cocok satu sama lain. Saat dia melewati tangga darurat, tiba-tiba kakinya terkilir, dan dia jatuh.
Kayla merasa sangat frustasi dan kesal dengan dirinya sendiri. Dia duduk di tangga darurat, menahan rasa sakit, dan baru menyadari bahwa ponselnya ada di dalam tas Cahyo karena tas yang dia bawa ke acara ini terlalu kecil untuk memuatnya.
Mengumpat dalam hati karena kebodohannya, Kayla tidak punya pilihan selain menunggu. Dia duduk di tangga darurat selama lebih dari satu jam, terdiam dan merenung. Pikirannya melayang-layang, dan dia merasa semakin ragu pada hubungannya dengan Cahyo.
Tiba-tiba, dia mendengar suara Cahyo memanggilnya dari kejauhan. Kayla memanggil Cahyo sambil menangis, dan Cahyo segera datang ke arahnya. Dia memeluk Kayla dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku, Sayang," kata Cahyo dengan suara lembut. "Aku tidak seharusnya marah padamu tadi."
Kayla menatap Cahyo dengan air mata di matanya. "Kenapa kamu tidak mengejar saat aku pergi?"
Cahyo menunjukkan ponselnya pada Kayla dan memutar video dari acara penghargaan. Ketika Kayla pergi, Cahyo dipanggil sebagai pegawai terbaik dengan prestasi terbaik. Dia tidak bisa pergi dan meninggalkan acara tersebut.
Kayla merasa sangat menyesal atas tindakannya, dan dia meminta maaf kepada Cahyo. Cahyo juga meminta maaf karena marah tadi. Mereka saling mendukung dan memeluk satu sama lain.
Setelah momen emosional itu, Cahyo menggendong Kayla kembali ke kamar hotel mereka. Mereka berdua duduk di ranjang, merangkul satu sama lain dengan erat. Cahyo menjelaskan bahwa dia sangat bangga pada Kayla dan ingin dia hadir dalam momen penting dalam hidupnya.
Kayla juga merasa bersyukur atas prestasi Cahyo dan berjanji untuk selalu mendukungnya. Mereka berdua menyadari bahwa dalam hubungan, ada saat-saat sulit dan perlu komunikasi yang lebih baik.
Malam itu, dengan kelelahan mereka tidur dalam pelukan satu sama lain, merasa lebih dekat dan kuat dalam hubungan mereka. Namun, masih ada keraguan di dalam hati Kayla, dan dia bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hubungannya dengan Cahyo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Liar [COMPLETED]
Lãng mạnKayla memiliki keluarga yang sempurna, Ayah yang sangat mencintainya, ibu sambung yang seperti ibu kandungnya dan seorang Kakak sambung yang selalu memperhatikannya dan adik yang mengaguminya. Tumbuh di bawah pengawasan keluarganya, Kaylamenjalani k...
![Dear Liar [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/359482747-64-k696227.jpg)