Pagi itu, suasana di rumah Kayla sangat tegang. Ayahnya terbaring di tempat tidur, wajahnya pucat dan lemah. Semalam, dia mengalami serangan jantung yang sangat serius, dan kini dia tidak bisa bergerak. Dokter yang merawatnya memberikan kabar yang kurang menggembirakan. Kayla merasa cemas dan khawatir, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Aku akan melakukan segala yang saya bisa untuk membantu, Ayah," ucap Kayla dengan suara gemetar. Dia meraih tangan Ayahnya dengan lembut, mencoba memberikan dukungan.
Ayahnya tersenyum lemah. "Terima kasih, sayang. Kamu adalah anak yang baik."
Sementara itu, Ibu duduk di samping tempat tidur Ayah dengan ekspresi yang murung. Dia masih belum bisa mengatasi kejadian yang baru saja terjadi, dan perasaannya terlihat sangat bercampur aduk. Kayla merasa khawatir tentang bagaimana semua masalah yang menimpa keluarganya telah berdampak pada kesehatan Ayahnya.
Beberapa hari kemudian, setelah Ayahnya menjalani serangkaian tes dan perawatan, dokter memberikan kabar yang tidak terlalu baik. Ayahnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan dan bahkan tidak bisa lagi aktif dalam mengelola perusahaan keluarga. Semua itu membuat Kayla semakin merasa terbebani dengan tanggung jawab yang ada di pundaknya.
Suatu hari, ketika Ayahnya sedang dalam kondisi yang lemah dan tidak bisa berbicara dengan jelas, dia meraih tangan Kayla dan menunjukkan sebuah surat. Kayla membaca surat itu dengan hati yang berdebar-debar. Surat itu berisi pernyataan bahwa Ayahnya menyerahkan semua kepemilikan perusahaan keluarga kepada Kayla, dan dia memberinya surat kuasa untuk mengelolanya.
Kayla merasa sangat terkejut dan bingung. Dia tidak pernah membayangkan bahwa Ayahnya akan memberikan tanggung jawab sebesar ini kepadanya. Dia merasa tidak siap untuk menghadapi semua itu, dan tekanan yang ada di pundaknya semakin terasa berat.
Cahyo, yang selama ini selalu mendukung dan bersama Kayla dalam menghadapi semua masalah keluarganya, mencoba memberikan dukungan padanya. "Kita akan menghadapinya bersama, Kayla. Aku akan membantumu dalam mengelola perusahaan. Kita harus kuat untuk Ayahmu."
Kayla merasa bersyukur memiliki Cahyo yang selalu ada di sisinya. Mereka mulai bekerja sama untuk mengatasi masalah perusahaan dan berusaha memulihkan keadaan ke semula. Cahyo, yang kini menjadi direktur perusahaan, membantu mengambil keputusan-keputusan yang sulit untuk perusahaan.
Namun, di balik semua tanggung jawab yang harus dia pikul, Kayla tetap merasa khawatir tentang masalah keluarga yang belum terselesaikan. Kak Lila, yang telah berubah drastis, masih menjadi misteri baginya, begitu juga dengan adiknya, Henry, yang terlibat dalam skandal yang merusak reputasi keluarganya.
Setiap malam, Kayla duduk di sudut kamarnya, merenung tentang semua masalah yang menimpa keluarganya. Dia mencoba memahami mengapa semuanya bisa menjadi sangat rumit, dan dia merasa seolah-olah semua itu adalah ujian besar dalam hidupnya. Dia merindukan saat-saat bahagia bersama keluarganya, ketika semuanya masih utuh dan harmonis.
Cahyo mencoba memberikan dukungan dan kenyamanan pada Kayla sebanyak yang dia bisa. Mereka berdua berbicara tentang masa depan mereka dan bagaimana mereka akan mengatasi semua masalah ini bersama-sama. Cahyo mencoba membuat Kayla tersenyum, meskipun hanya sesaat, karena dia tahu betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh Kayla.
Beberapa minggu kemudian, Ayah Kayla masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Dia terus dirawat di rumah sakit, dan Kayla mengunjunginya setiap hari setelah bekerja di apotek. Cahyo selalu ada di sisinya, memberikan dukungan dan kekuatan padanya.
Namun, suatu hari, ketika Kayla tiba di rumah sakit, dia mendapati Ayahnya dalam kondisi yang sangat lemah. Dokter memberitahunya bahwa Ayahnya telah mengalami serangan jantung kedua yang lebih serius dari sebelumnya. Kayla merasa sangat terpukul dan ketakutan.
Cahyo mencoba menjaga ketenangan Kayla. "Kita harus percaya pada perawatan medis dan berdoa untuk kesembuhan Ayahmu, Kayla."
Dalam beberapa hari berikutnya, Ayah Kayla tetap dalam kondisi yang sangat kritis. Kayla tidak pernah meninggalkannya, bahkan tidur di rumah sakit untuk selalu ada di samping Ayahnya. Cahyo juga tetap mendukungnya, meskipun harus mengurus segala urusan perusahaan.
Suatu malam, ketika Kayla duduk di samping tempat tidur Ayahnya, Ayahnya membisikkan sesuatu kepadanya dengan susah payah. "Kayla, aku ... aku percayakan semuanya padamu. Surat kuasa itu ... gunakan untuk kebaikan keluarga kita."
Kayla mengangguk dengan lembut, air mata mengisi matanya. "Aku akan melakukan yang terbaik, Ayah. Kau akan sembuh, dan semuanya akan kembali normal."
"Sekarang, semua tanggung jawab ada pada pundakmu, Kayla," ucap Cahyo dengan lembut. "Kita akan menghadapinya bersama-sama, seperti yang Ayahmu inginkan."
Namun, sementara Kayla mencoba menjalani peran barunya dalam perusahaan, masih banyak masalah keluarga yang harus dihadapinya. Kak Lila, yang telah berubah drastis, masih menjadi misteri baginya, dan masalah dengan adiknya, Henry, juga belum terselesaikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Liar [COMPLETED]
RomanceKayla memiliki keluarga yang sempurna, Ayah yang sangat mencintainya, ibu sambung yang seperti ibu kandungnya dan seorang Kakak sambung yang selalu memperhatikannya dan adik yang mengaguminya. Tumbuh di bawah pengawasan keluarganya, Kaylamenjalani k...
![Dear Liar [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/359482747-64-k696227.jpg)