Hari biasa di Apotek Kayla berjalan cukup ramai. Cahyo telah pergi keluar kota selama tiga hari untuk urusan pekerjaannya, meskipun ia ingin mengajak Kayla, namun Kayla masih sibuk mengurusi apoteknya. Cahyo pun meninggalkan Kayla dengan janji bahwa mereka akan tetap berkomunikasi melalui telepon dan pesan sepanjang perjalanannya.
Sekitar jam 4 sore, suasana di apotek mulai mereda sedikit. Kayla duduk di meja kasir, memeriksa daftar obat-obatan yang harus dipesan untuk stok apotek. Tiba-tiba, seorang pria bertopi datang dengan wajah yang agak misterius. Dia tampaknya sedang mencari sesuatu di apotek dan berbicara dengan salah seorang pegawai. Setelah beberapa saat berada di apotek, pria itu mendekati meja kasir Kayla dan meletakkan secarik kertas dengan tulisan "Kamu hidup dengan pembohong."
Kayla kaget dan heran. Ia segera mencoba mengejar pria tersebut yang tiba-tiba pergi begitu saja. Namun, ketika Kayla keluar dari apotek, pria tersebut sudah menghilang begitu saja dan tak ada jejaknya. Kayla merasa bingung dan bercampur aduk perasaannya.
Saat waktu beranjak malam ketika Kayla dipanggil oleh salah satu pegawai apoteknya yang tengah bekerja malam. Ia kembali ke apotek untuk memberikan bantuan. Malam itu berjalan agak sibuk, dan Kayla fokus pada pekerjaannya untuk mengalihkan pikirannya dari insiden tadi sore.
Namun, setelah pulang ke rumahnya dan berbaring sendirian di tempat tidur, pikirannya kembali terganggu oleh pesan misterius tadi sore. Kayla merasa ada yang tidak beres dan ingin tahu apa yang dimaksud dengan tulisan tersebut.
Saat yang sama, di tempat yang berbeda, Cahyo sedang berada di hotel di Bali. Dia mengikuti pertemuan penting dengan timnya, yang membahas target penjualan untuk tahun depan. Cahyo menghubungi Kayla melalui video call, mereka berdua tersenyum melihat satu sama lain di layar ponsel.
"Bagaimana hari ini di apotek?" tanya Cahyo dengan penuh perhatian.
Kayla menggelengkan kepala, "Hari ini cukup sibuk, tapi sekarang sudah tenang. Tapi tadi sore ada sesuatu yang aneh, Cahyo. Seorang pria datang dan ... ah lupakan saja. Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.'"
Cahyo tampak bingung. "Apa maksudnya, Kayla? Aku jadi penasaran."
Kayla menggelengkan kepala lagi. "Aku tidak tahu, Cahyo. Tapi rasanya ada sesuatu yang tidak beres. Aku merasa perlu mencari tahu lebih lanjut. Kalau semua sudah jelas, pasti aku ceritakan."
Cahyo mengangguk setuju. "Baiklah, Kayla. Aku percaya kamu bisa menanganinya. Aku akan selalu ada untukmu, bahkan jika aku sedang jauh."
Keesokan harinya, Kayla memutuskan untuk pergi ke Klinik Hewan Lila, tempat kakak perempuannya, Lila, bekerja. Kayla telah lama tidak bertemu dengan Lila dan merasa perlu untuk berkunjung. Saat dia tiba di klinik, para pegawai yang sudah mengenalnya menyambutnya dengan senyum dan sapaan hangat.
"Kak Kayla, sudah lama tidak bertemu," kata salah satu pegawai dengan senyum.
Namun, saat Kayla bertanya kepada pegawai tersebut tentang keberadaan Lila, ekspresi mereka berubah. Mereka tampak bingung dan cemas. Salah seorang dari mereka akhirnya menjawab, "Maaf, Kak Kayla, tapi Kak Lila sudah lama tidak datang ke klinik. Kami tidak tahu di mana dia berada."
Kayla merasa khawatir. Dia tahu bahwa Lila biasanya sangat konsisten dalam pekerjaannya dan jarang absen tanpa alasan yang jelas. Lalu dia bertanya kepada mereka apakah mereka tahu di mana Anjar, suami Lila. Pegawai klinik tersebut tampaknya semakin cemas saat disebutkan nama Anjar.
Akhirnya, salah satu pegawai yang lebih senior mengatakan, "Kak Kayla, kami tidak tahu pasti, tapi sepertinya ada yang tidak beres. Kak Lila tidak memberi tahu kami tentang kepergiannya atau apa yang sedang dia kerjakan."
Kayla merasa semakin cemas dan bingung. Dia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut dan bertanya kepada Anjar, suami Lila. Dia bertanya kepada para pegawai apakah mereka bisa menghubungi Anjar, dan mereka memberikan nomor teleponnya.
Setelah tiba di rumah Anjar, Kayla menemukannya di dalam keadaan kaget dan kikuk. Kayla bertanya kepada Anjar tentang keberadaan Lila, dan ekspresi Anjar tampak semakin tegang.
"En ... entahlah, aku pikir dia sangat sibuk dan tidak ingin kuganggu, karena itu aku biarkan dia mengerjakan apa yang dia mau," jawab Anjar dengan ragu. "Dia pasti meneleponku kalau urusannya sudah selesai."
Kayla merasa semakin tidak yakin dengan penjelasan Anjar. Sesuatu terasa tidak beres, dan dia merasa perlu mencari tahu lebih lanjut tentang keberadaan kakaknya.
Setelah pulang ke rumahnya, Kayla menelepon Henry, saudara laki-lakinya. Dia menceritakan semua yang telah terjadi, keberadaan yang tidak jelas dari Lila dan penjelasan yang ambigu dari Anjar.
Henry mendengarkan dengan serius dan kemudian memberikan informasi yang bisa jadi mengejutkan Kayla. "Kak Kayla, kamu perlu tahu sesuatu. Beberapa waktu yang lalu, Ibu pernah bercerita padaku bahwa Lila meminjam uang darinya, sekitar 2 miliar, untuk suatu proyek yang sepertinya berada di luar klinik hewan. Ibu tidak berani meminta Ayah karena modal klinik kak Kayla saja sudah cukup besar, sekitar 10 miliar. Lila berjanji akan mengembalikan uang itu, tapi sepertinya dia belum melakukannya."
Kayla merasa semakin cemas dan khawatir tentang kakaknya. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan bahwa dia perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kayla meminta Henry untuk menyelidiki lebih lanjut tentang keberadaan Lila, sementara dia sendiri akan mencoba mencari petunjuk yang mungkin membantu menyelesaikan misteri ini.
Dengan pikiran yang penuh kekhawatiran, Kayla berbaring di tempat tidur pada malam itu, berusaha mencari jawaban atas semua pertanyaan yang menghantuinya. Apakah pesan misterius yang dia terima dan keberadaan Lila yang tidak jelas memiliki kaitan satu sama lain?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Liar [COMPLETED]
RomansaKayla memiliki keluarga yang sempurna, Ayah yang sangat mencintainya, ibu sambung yang seperti ibu kandungnya dan seorang Kakak sambung yang selalu memperhatikannya dan adik yang mengaguminya. Tumbuh di bawah pengawasan keluarganya, Kaylamenjalani k...
![Dear Liar [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/359482747-64-k696227.jpg)