Bab 5 - Lembaran Baru Bersama

268 48 8
                                        

Setelah pernikahan yang indah dan bulan madu yang menyenangkan, Kayla dan Cahyo kembali ke Jakarta untuk memulai hidup baru bersama. Mereka segera menetap di Ruko yang sudah siap untuk mereka huni. Ruko itu memiliki tiga lantai dengan pemandangan laut yang indah terlihat dari lantai tiga.

Lantai pertama adalah tempat di mana apotek Kayla akan beroperasi. Ruang tunggu, kasir, dan tempat menerima resep dan pelanggan dirancang dengan minimalis dan modern yang sangat indah. Di belakangnya, terdapat tempat penyimpanan obat yang dilengkapi dengan sistem canggih yang modern. Semua terlihat begitu bersih dan tertata rapi.

"Sungguh, sayang. Ruko ini begitu indah. Aku tidak sabar untuk membuka apotekku di sini," ujar Kayla dengan senyum bahagia.

Cahyo tersenyum penuh dukungan. "Aku yakin apotekmu akan sukses besar, sayang. Dan aku akan selalu ada di sini untuk mendukungmu."

Lantai dua Ruko dibagi menjadi dua bagian. Separuh dari lantai ini digunakan sebagai ruang pegawai, dengan dapur umum, ruang makan, tempat istirahat, dan kamar mandi yang nyaman. Sementara setengah lainnya adalah ruang tamu yang luas, lengkap dengan ruang service dapur kecil, tempat cuci, dan tempat jemur yang cantik. Cahyo telah merancangnya dengan sangat baik, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk mereka berdua.

Lantai tiga adalah kamar tidur mereka, lengkap dengan ruang TV dan ruang kerja Cahyo sesuai dengan permintaannya. Untuk saat ini, Ruko yang mereka miliki sudah cukup memadai.

Cahyo berkata sambil mencium Kayla, "Sayang, setelah kita memiliki anak, kita bisa pindah atau cukup merenovasi lantai dua ini saja untuk membuatnya lebih cocok bagi keluarga kita."

Kayla tersenyum gembira. "Iya, sayang , itu akan menjadi tempat yang sempurna bagi keluarga kecil kita."

Cahyo berkata sambil memeluk Kayla dari belakang, "Kita akan membuat semua momen di sini menjadi berharga, sayang."

Kayla tersenyum sambil meraih tangan Cahyo. "Sayang, aku sangat mencintaimu, dan aku merasa sangat beruntung memiliki rumah ini dan hidup bersamamu."

Cahyo tersenyum dengan penuh kasih. "Aku juga merasa sama, sayang. Kita akan menjalani semua ini bersama-sama."

Setelah tiba di rumah baru mereka, Kayla merasa sangat lelah setelah perjalanan panjang menuju Jakarta. Wajahnya yang lembut dipenuhi dengan ekspresi keletihan. Cahyo dengan penuh kelembutan mendekatinya dan meletakkan tangan lembut di pundaknya. "Ayo, sayang, mari kita pindah ke kasur," ujarnya dengan suara lembut.

Kayla mengangguk lemah dan membiarkan Cahyo membimbingnya menuju kamar tidur. Cahyo melepaskan sepatu Kayla dan meletakkan selimut di sekitarnya, memastikan Kayla merasa nyaman. Kayla segera terlelap begitu tubuhnya menyentuh kasur yang lembut. Cahyo tersenyum melihat istri barunya tidur dengan tenang.

Setelah meyakinkan diri bahwa Kayla tidur dengan nyenyak, Cahyo pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Ia memutuskan untuk membuat hidangan favorit Kayla, spaghetti dengan saus tomat dan daging cincang. Cahyo dengan hati-hati memilih bahan-bahan terbaik dan menciptakan hidangan yang lezat.

Sambil menunggu spaghetti matang, Cahyo membuka sebuah botol anggur merah yang telah ia persiapkan sebelumnya. Ia merasa bahagia dan beruntung memiliki Kayla sebagai pasangan hidupnya. Cahyo memikirkan semua momen indah yang telah mereka bagikan, dari pertemuan pertama hingga pernikahan yang indah di Bali. Semua itu terasa seperti mimpi yang menjadi nyata.

Setelah hidangan siap, Cahyo menata meja makan dengan penuh cinta. Ia meletakkan dua piring, dua gelas anggur, dan lilin-lilin kecil di tengah meja. Cahyo menghidangkan spaghetti dengan hati-hati, lalu membawa semuanya ke kamar tidur. Ia ingin merayakan malam ini dengan istri tercintanya.

Ketika Cahyo masuk kembali ke kamar tidur, ia melihat Kayla mulai terjaga dari tidurnya. Matanya yang lembut terbuka perlahan, dan senyum kecil muncul di wajahnya ketika ia melihat Cahyo membawa hidangan lezat ke kasur. "Hmmm, harum sekali," ujarnya sambil mengusap mata.

Mereka mulai makan dengan penuh nikmat. Spaghetti dengan saus tomat dan daging cincang yang dibuat oleh Cahyo terasa begitu lezat. Mereka berbicara dan tertawa, menikmati kehadiran satu sama lain. Suasana makan malam yang tenang dan romantis membuat mereka semakin dekat satu sama lain.

Setelah makan malam selesai, Cahyo dengan lembut mengambil piring-piring kosong dan meletakkannya di sisi meja. Mereka berdua berdiri, dan Cahyo mengulurkan tangannya untuk mengajak Kayla berdiri. Mereka saling berpandangan, merasakan keinginan dan kecintaan yang tumbuh di antara mereka.

Kayla tersenyum lembut pada Cahyo. "Terima kasih, sayang, makan malam ini sungguh istimewa. Maaf tadi aku malah tertidur dan membiarkanmu melakukan semuanya untukku," katanya dengan penuh rasa syukur.

Cahyo membalas senyumnya. "Tidak apa-apa sayang. Kamu bisa menggantinya dengan tubuhmu."

Tanpa kata-kata lagi, Cahyo mendekati Kayla dan menciumnya dengan lembut. Ciuman mereka penuh dengan hasrat dan rasa cinta yang mendalam. Mereka berpegangan erat, merasakan denyut nadi satu sama lain.

Dengan lembut, Cahyo menggendong Kayla, menciumnya sambil menahan paha Kayla yang menopang di pinggang Cahyo. Ruangan itu penuh dengan aroma makanan yang masih tercium, tetapi itu tidak menghalangi niat mereka. Cahyo meletakkan Kayla di atas meja dapur dengan lembut, lalu berdiri di antara kakinya.

Mereka mulai meraba bagian tubuh satu sama lain dengan semakin dalam. Tangan Cahyo bergerak perlahan, mengelus lembut tubuh Kayla. Mereka merasakan sentuhan hangat satu sama lain, dan denyut nadi mereka semakin cepat.

Cahyo melepas perlahan pakaian Kayla, membiarkan tubuhnya terpapar di bawah cahaya redup lilin. Kayla juga membantu Cahyo melepaskan pakaiannya. Mereka berdua telanjang, memamerkan tubuh mereka yang penuh gairah.

Mereka terus mencium satu sama lain, sambil meraba-raba tubuh masing-masing dengan gairah yang semakin memuncak. Kayla meraih rambut Cahyo dengan satu tangan, dan tangan yang lain meraba dada Cahyo yang kokoh. Cahyo merasakan desiran hangat bibir Kayla di lehernya, membuatnya semakin tergila-gila pada istrinya.

Dalam suasana yang penuh hasrat, mereka mencoba mengeksplorasi dapur, menciptakan sensasi baru yang mendalam dalam hubungan mereka. Cahyo dan Kayla merasakan keintiman yang luar biasa, sambil membiarkan hasrat mereka memimpin langkah-langkah mereka.

Malam itu, di dapur mereka yang baru, Cahyo dan Kayla merayakan pernikahan mereka dengan cara yang penuh cinta dan gairah. Mereka mengeksplorasi sensasi baru dalam hubungan mereka, menciptakan kenangan yang tak akan pernah mereka lupakan.

Dear Liar [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang