Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Alzeiron!" teriak seorang gadis berseragam SMA Geranta saat melihat seorang pemuda dengan empat sahabat kurcacinya duduk santai di atas motor.
Langkahnya ringan, namun penuh percaya diri. Tingginya sekitar 165 cm, kulitnya cerah dengan bibir mungil berlapis merah muda alami. Sekilas saja, siapa pun bisa menebak bahwa dia bukan gadis Indonesia sepenuhnya.
Gadis itu langsung memeluk Alzeiron erat, seolah waktu dan jarak yang memisahkan mereka selama ini tak pernah benar-benar ada. Samudra, Kaisan, Derion, dan Rama berdiri membeku, terkejut melihat siapa yang baru saja muncul dan langsung mendekap sahabat mereka.
"Imiss you so much, Zei. " gumam Queela masih dalam pelukan Alzeiron.
Laki-laki itu membalas pelukan Queela dengan snyum tipis yang terukir di bibirnya.
Gadis yang menjadi satu-satunya nya perempuan yang dekat dengan nya sudah kembali. Queela Verdos, perempuan yang ia tanti ke pulangan nya setelah bertahun-tahun tinggal di negara kelahiran sang ayah.
"How are you, Zei?" tanya Queela setelah melepas pelukan mereka.
"Gue baik. Lo ... gimana?" tanya Alzeiron masih setia menatap gadis di hadapan nya.
Terkahir mereka bertemu itu satu tahun lalu. Namun mereka tak lagi berkontakan saat gadis itu di America. Alzeiron bahkan berfikir bahwa gadis ini tak akan kembali lagi ke Indonesia.
"Aku baik, " jawab Queela dengan semangat.
Quella berbalik menatap keempat teman Alzeiron. Gadis itu tersenyum.
"Long time no see," ucap Queela membuat Rama menggaruk tekuk nya sambil tersenyum lebar.
"Enggak bisa bahasa Inggris, kak," celetuk Rama polos, membuat Kaisan yang di samping nya sontak memalingkan wajah.
"Anjir,goblok banget," desis Kaisan.
"Itu bahasa yang sering di gunakan loh Ram. Lo goblok banget sampek enggak tahu artinya." hina Samudra.
"Goblok di pelihara. Tahu nya cuma l love you sama l miss you, dasar buaya paret." Derion menambahkan hinaan nya membuat Queela tak kuasa menahan tawanya.
"Lo berdua tega banget ya. Kenapa sih lo pada harus menghina gue dengan segitunya. Harga dirinya gue hancur gara-gara kalian berdua." teriak Rama dengan dramastis.
"Emang lo punya harga diri?" tanya Derion.
"Menurut lo?" teriak Rama.
"Enggak." jawab Derion jujur.
Tawa pun pecah. Derion memang dikenal sebagai si raja sarkas. Mulutnya, tajam seperti silet dan pedas bak cabai rawit.
Namun di kejauhan, seseorang memperhatikan mereka diam-diam. Celsia.