ALZEICIA:09

331 14 0
                                        

Celsia berjalan santai di koridor sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Celsia berjalan santai di koridor sekolah.
Tatapannya menajam saat melihat sosok tubuh kekar seorang laki-laki yang berjalan beberapa meter di depannya. Senyum kecil mengembang di bibirnya saat ia mengenali siapa pemilik tubuh itu. Dengan langkah cepat, Celsia mempercepat langkahnya, menyamai langkah laki-laki itu.

"Makan nasi kucing di pangku, good morning kamu yang ada di hatiku," sapa Celsia riang.

Alzeiron menoleh ke samping, menatap gadis yang tinggi badannya hanya sebatas dadanya. Entah bagaimana, gadis itu selalu bisa menyamakan langkah dengannya.

"Ya," jawab Alzeiron singkat.

"Kamu mau ke mana, Al?" tanya Celsia penasaran.

"Lapangan basket,"sahut Alzeiron.

Celsia mengangguk. Ia tahu betul bahwa Salah satu hobi Alzeiron adalah bermain basket. Biasanya ia akan bermain bersama Derion, Samudra, Rama dan Kaisan jadi Celsia yakin kalau mereka bereempat sedang menunggu Alzeiron di lapangan.

Oh iya, Al, kamu tahu enggak... susu apa yang paling indah?"tanya Celsia tiba-tiba.

Alzeiron menatapnya datar. "Enggak," jawabnya malas.

"Sesungguhnya aku sayang kamu... Jiakhhh!" kata Celsia sambil menepuk pundak Alzeiron dengan gemas.

"Oh."

"Aku punya lagi, nih. Kaos-kaos apa yang bikin betah?"

"Kaos oblong kali," jawab Alzeiron asal.

"Salah. Jawabannya, bekos I love you." Celsia tertawa sendiri dengan gombalannya.

Alzeiron menghela napas lelah.

"Ada lagi nih, minyak apa yang bikin mabuk?"

"Minyak wangi kalau di minum," jawab Alzeiron malas.

"Salah," jawab Celsia sambil menggelengkan kepalanya. "Jawaban nya, menyaksikan kamu tersenyum, jiakhh."

Alzeiron semakin bingung dengan gadis itu.

"Dengerin yang terakhir, ekhemm."

Gadis itu berdehem sebentar siap melanjutkan gombalan terakhirnya.

"Ikan hiu makan lalapan, l love you Al tertampan."

"Lo masih sehat kan?" tanya Alzeiron menatap aneh kearah gadis di sampingnya.

"Masih lah, kecuali kamu sama cewek lain baru aku sakit," jawab Celsia.

"Gue takut lo kena gangguan jiwa," kata Alzeiron.

"Tenang aja Al, walaupun aku kena gangguan jiwa tapi aku tetap cinta sama kamu."

"Lo cinta banget ya sama gue?" tanya Alzeiron dengan suara rendah. Suasana tiba-tiba menjadi hening dan serius.

"Iya... Aku cinta banget sama kamu."

Alzeiron berhenti berjalan. Celsia pun ikut berhenti. Laki-laki itu memutar tubuhnya, hingga kini mereka saling berhadapan. Tatapan Alzeiron menajam, tepat mengunci bola mata Celsia.

ALZEICIA(REVISI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang