0

929 20 0
                                        

PART TERACAK

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

PART TERACAK

Maaf atas ketidaknyamanan nya. Aku sudah berusaha memperbaiki namun part nya enggak mau tersusun rapi lagi.
Bagi pembaca harap diperhatikan terlebih dahulu chapter nya agar tidak tersesat.

Rambutnya tergerai indah, menari lembut mengikuti gerakan larinya. Seorang gadis berseragam lengkap SMA GERANTA HIGH SCHOOL berlari dengan penuh semangat, mengejar seorang laki-laki yang melangkah lebar di depannya.

Tas sekolah masih tergantung di pundaknya, bergerak seirama dengan langkahnya yang tergesa. Keringat mulai membasahi dahinya, namun ia tak peduli dengan tatapan heran orang-orang di sekitarnya. Tujuannya hanya satu—berada di samping laki-laki itu.

"Alzeiron!" serunya sambil menepuk pelan bahu laki-laki tersebut. Nafasnya memburu, ia berusaha mengatur nafas sambil menatap punggung laki-laki itu yang akhirnya berbalik.

"Apa?" tanya Alzeiron dingin, menatap gadis itu dengan ekspresi malas.

Tatapan gadis itu bertemu dengan sepasang mata tajam milik laki-laki berwajah tampan di hadapannya. Namun, ia justru tersenyum lebar, menegakkan tubuhnya dengan penuh keberanian.

"Hari ini, tanggal 29 September 2023 jam 10.00 Wib. Aku mau bikin kesepakatan," ucapnya penuh keyakinan. Kalimat itu membuat Alzeiron mengangkat sebelah alisnya, menatap gadis itu dengan bingung.

"Cintai aku, Al! Jadi pacarku dan perlakukan aku seperti seseorang yang kamu cintai, selama sembilan puluh hari saja!" lanjutnya tanpa ragu.

Mendengar itu, Alzeiron menatapnya datar, bibirnya sedikit melengkung membentuk senyuman tipis, hampir seperti smirk. Ia melangkah mendekat, hanya berjarak beberapa inci dari gadis itu. Mata hitamnya memancarkan ketenangan yang membuat gadis itu sedikit gugup, namun ia tidak mundur.

"Keuntungannya buat gue apa?" tanya Alzeiron, suaranya terdengar rendah namun tajam.

"Aku enggak akan ganggu kamu lagi!" jawab gadis itu cepat, matanya menatap lurus ke dalam mata laki-laki di depannya, mencoba menunjukkan ketulusan.

"Jadi, cintai aku, Al. Sembilan puluh hari saja!" ulangnya, kali ini dengan suara yang lebih tegas.

Alzeiron terdiam sejenak, menatap gadis itu dalam-dalam. Di balik wajah datar nya ada senyum samar yang terukir. Gadis terlampau berani ini mengajak nya pacaran.

∆^∆

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang