ALZEICIA: 22

397 20 5
                                        

Hi jumpa lagi sama Alzeicia

Hi silent reader, tolong hargai penulisnya ya😄

Kalau enggak mau vote, komen aja yahh biar aku tahu kalau cerita aku ini mungkin enggak bagus, jadi aku bisa memperbaiki untuk kedepannya.

Sore itu, apartemen Alzeiron dipenuhi oleh teman-temannya—semua datang tanpa undangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sore itu, apartemen Alzeiron dipenuhi oleh teman-temannya—semua datang tanpa undangan. Kantong-kantong camilan berserakan di meja, menambah kesan berantakan yang tak mereka pedulikan.

Rama dan Kaisan larut dalam tontonan di televisi, tertawa sesekali. Samudra sibuk menyuap camilan ke mulutnya tanpa henti, sementara Derion berdiri di balkon, merokok sambil memandangi langit yang mulai redup.

Di tengah semua itu, Alzeiron hanya duduk diam di sofa. Pandangannya kosong, melamun entah ke mana. Sesekali ia meneguk minuman beralkohol di tangannya, seolah mencari ketenangan yang tak bisa ditemukan di tengah keramaian yang ia biarkan terjadi.

"Lo kenapa sih, Al?" tanya Samudra. Menatap Alzeiron, sambil menyuapi keripik pedas ke dalam mulutnya.

Pertanyaan Samudra mengundang Kaisan dan Rama untuk ikut melihat Alzeiron. Rama langsung saja menghitung kaleng minuman beralkohol yang sudah tercecer di lantai.

"Lo udah minum lima kaleng alkohol Al, lo lagi ada masalah?" tanya Rama.

"Enggak, gue enggak apa-apa."

"Kayak cewek aja lo jawab nya gak pa-pa." cibir kaisan dengan wajah terlihat mengolok-olok.

"Iyakan, kenapa sih cewek selalu jawab enggak pa-pa?" gumam Alzeiron namun masih didengar oleh mereka semua.

"Kalau cewek jawab enggak pa-pa artinya dia kenapa-kenapa!" kata Rama yang sudah berpengalaman.  

"Lo ada masalah sama Celsia?" tanya Samudra curiga.

"Enggak," jawab Alzeiron lalu laki-laki itu berbaring di sofa empuknya.

"Berarti iya! Lo kenapa sama Celsia," kata Samudra dengan yakin.

"Dia kayak nya marah sama gue." jujur Alzeiron. Perasaan ia tak melakukan apapun yang bisa membuat gadis itu marah padanya.

"Gue ngerasa kalau gue nggak ngelakuin kesalahan, tapi dia marah-marah sama gue seolah gue ngelakuin kesalahan besar. Waktu gue tanya dia kenapa, dia jawab enggak pa-pa. " curhat Alzeiron dengan lebih emosi. Laki-laki itu berakhir menghela nafas lelah.

"Gue bingung sama dia. "

Rama, kaisan dan samudra tampak berfikir setelah mendengar cerita Alzeiron.

"Dia lagi datang bulan enggak?" tanya Rama.

"Iya dia datang bulan kemarin," jawab Alzeiron tak bersemangat .

Rama dan kaisan berdecak kesal. Samudra juga memalingkan wajahnya dengan kesal. Padahal jawaban dari pertanyaan Alzeiron sudah di depan mata tapi dia tak sadar. Memang beda ya kalau cowok enggak pernah pacaran.

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang