ALZEICIA: 28

405 15 57
                                        

Jumpa lagi sama Alzeicia
Seperti biasa
jangan lupa Vote and Komen
Kalau ada typo tolong di tandai ya

Jumpa lagi sama Alzeicia Seperti biasa jangan lupa Vote and Komen Kalau ada typo tolong di tandai ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alzeiron perlahan membuka mata. Pandangannya masih buram, dan kelopak matanya berkedip menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Saat kesadarannya pulih, ia merasa ada sesuatu di lengannya.

Ia menoleh, sedikit terkejut saat melihat Celsia tertidur sambil duduk, kepalanya bersandar pada lengannya sendiri. Napasnya teratur, wajahnya tenang.

Alzeiron memutar tubuh, menyandarkan kepala dengan satu tangan. Ia tersenyum kecil saat menatap gadis itu. Dalam diam, ia menyibakkan helaian rambut yang menutupi wajah Celsia.

Tanpa sadar, dorongan halus di dadanya membawanya mendekat. Laki-laki itu mengecup kening Celsia perlahan, seolah ingin mengabadikan momen itu diam-diam.


"Kalau dia tahu gue nyium pasti dia bakal salto girang."

Alzeiron tak berhenti menatap Celsia dengan senyum tipis yang terukir dibibirnya.

"Makasih Cia, ribuan kata enggak akan bisa mengekspresikan perasaan gue saat ini."

"Ribuan terimakasih pun kayaknya enggak cukup untuk semua yang udah lo lakuin selama ini."

"Terimakasih sudah hadir di hidup gue. Gue beruntung karena lo ada disisi gue," ungkap Alzeiron dengan tulus.

Sayangnya, gadis itu tak mendengar apa pun. Ia masih terlelap dalam tidurnya, damai dan tak terganggu. Tapi Alzeiron justru lega—setidaknya ia bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan tanpa harus menjelaskannya.

Perasaannya pada Celsia... rumit. Ia sendiri tak tahu pasti, apakah ini cinta, rasa nyaman, atau sesuatu yang lain yang tak bisa ia beri nama.


"Eunggh."

Celsia melengguh lalu menutup mulutnya saat menguap.

Alzeiron dengan cepat langsung duduk membuat Celsia mendongak.

Gadis itu menegakkan tubuhnya lalu menatap Alzeiron yang kini tengah menatap kearah lain dengan ekspresi seperti tertangkap basah sedang melakukan kesalahan.

"Lo belum pulang? Bunda enggak marah?" tanya Alzeiron dengan gugup.

"Aku udah minta izin semalam, dan bunda ngizinin asal aku jangan macam-macam aja."

"Deman kamu udah turun?"

Gadis itu lalu berdiri dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Alzeiron.

ALZEICIA(REVISI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang