40

137 10 1
                                        

HALLO GUYS

Langkah Alzeiron menyusuri koridor sekolah terasa berat, wajah datarnya menjadi ciri khas yang tak pernah absen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langkah Alzeiron menyusuri koridor sekolah terasa berat, wajah datarnya menjadi ciri khas yang tak pernah absen. Sebenarnya, ia sempat berniat membolos hari ini. Tapi ada yang lebih penting.

membahas soal Bima dengan teman-temannya.

Ia rasa semuanya sudah waktunya untuk di luruskan. Ia tak bisa menunda lagi.

"Waduh lemes banget lo kayak orang punya banyak utang aja!" seru Rama saat Alzeiron baru saja duduk di kursi yang menjadi tempat duduknya.

"Kenapa lo Al? Belum baikkan sama Celsia?" tanya Kaisan membuat wajah Alzeiron makin lemas dibuatnya.

"Kenapa sih lo? PMS?" celetuk Samudra yang membuat Rama hampir saja menggeplak kepalanya jika tak dihentikan oleh Kaisan.

Tidak boleh memukul kepala anak pintar nanti jadi bodoh.

Rama berucap syukur sambil mengelus dadanya saat sadar apa yang akan ia lakukan tadi. Jika sempat memukul kepala Samudra pasti langsung gelud disini. Samdura kan sesintive kalau soal kepala.

Derion menatap wajah tak bersahabat Alzeiron. Ia memilih tak menanyakan perihal apa yang terjadi semalam.

"Bawa Bima besok! Gimana pun caranya seret dia, Ridho dan Denta juga. Bawa dia ke tempat kita kumpul dulu! Bilang sama Queela untuk datang jam 17.00 sore." kata Alzeiron dengan tegas dan tatapan yang menatap mereka satu persatu.

"Akhirnya, hari yang gue tunggu-tunggu." girang Rama. Ia melirik kearah Derion yang sudah mulai mengotak-atik ponselnya entah apa yang dilakukan.

"Semua udah siap, bukti juga udah ada, besok sore Bima dan robi nya alyas rombongan babi udah ada di markas!" ucap Kaisan setelah melirik ponsel Derion yang sedari tadi tengah mengecek bukti-bukti foto dan vidio.

∆^∆

Celsia sudah sadar sejak tadi pagi. Ia memutuskan untuk tidak datang kesekolah dikarena kan kondisinya yang belum stabil.

Gadis itu tengah menunggu jam pulang sekolah tiba, berharap Alzeiron datang mengunjungi nya.

Kret...

Suara decitan pintu terdengar membuat Celsia langsung menoleh kearah pintu.

Jantungnya bepacu dua kali lebih cepat saat melihat Alzeiron berdiri didepan pintu dengan kresek putih di tangannya. Laki-laki itu masuk tanpa menutup pintu lalu berjalan kearahnya. Diletakkan kresek putih di naskah lalu mengeluarkan buah-buahan didalam nya.

"Maaf aku baru datang sekarang," ucap laki-laki itu tanpa melihat kearahnya.

Laki-laki itu sibuk mengeluarkan buah-buahan dari kresek dan menaruhnya di wadah yang tersedia untuk buahan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 19, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang